We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ketika Mas Gagah Pergi

Ketika Mas Gagah Pergi

  • WpView
    Reads 978
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing1h 12m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 29, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsadit
Cerpen KMGP dimuat pertamakali September 1993 di Majalah Annida dan terbit sebagai buku bersama kisah-kisah saya yang laintahun 1997 (Penerbit Pustaka Annida) dan langsung terjual 10.000 eksemplar dalam seminggu, sebelum dicetak sebagai buku. Tahun 2000 buku ini diterbitkan dan cetak ulang berkali-kali oleh Penerbit Asy Syaamil, Bandung. Cerita KMGP dalam bentuk cerpen saya lanjutkan tahun 1997 di Majalah Annida, dengan kemunculan "Lelaki Tak Bernama" atau yang biasa disebut "Mas Kotak-Kotak." Jangan dikaitkan dengan salah satu kandidat capres 2014 ya, karena cerita ini muncul lebih dulu jauh sebelum kandidat tersebut muncul. Bukan mustahil tim kandidat capres tersebut terinspirasi dengan kesukaan tokoh "Lelaki Tak Bernama" si Mas Kotak-kotak ini untuk naik gunung, bekerja, blusukan :). Lalu versi 1993 dan 1997 diterbitkan dalam bentuk novellet 2011. Hingga kini buku KMGP telah dicetak ulang 38 kali. Republika, The Straits Times hingga Los Angees Times pun menyebut saya sebagai pelopor penulisan fiksi Islami perempuan atau pelopor fiksi Islami kontemporer di Indonesia. Sebagian menganggap KMGP sebagai "pembuka jalan" bagi munculnya karya sastra remaja bernuansa Islam yang kemudian menjamur di negeri ini. Allahu a'lam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU PENCIPTA URBAN LAGEND
  • DIA YANG TERBAIK UNTUKKU  | OG
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • Nyangga
  • Bumi
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • ATHASYA [TERBIT] βœ“
  • Jadian  Yuuk

Hariz, seorang pelajar tingkatan lima di Johor Bahru, hidup seperti remaja biasa - kecuali satu malam yang mengubah segalanya. Dalam perjalanan pulang dari sekolah, dia menemui sebuah buku lama bersampul hitam di tepi Sungai Tebrau. Kulitnya berdebu, namun tertulis di depannya satu ayat yang menggetarkan jiwa: > "Tulislah sebuah legenda, dan ia akan hidup." Buku itu bukan sekadar buku. Ia adalah "Grimoire Lagenda" - artifak purba yang memberi kuasa kepada pemiliknya untuk mencipta entiti urban legend sebenar, berdasarkan cerita yang ditulis di dalamnya. Namun, tidak seperti kisah seram lain, buku ini tidak mengutuk pemiliknya. Sebaliknya, ia memberi "Legend Points" setiap kali entiti ciptaannya dikenali oleh manusia. Lebih ramai yang mempercayai legenda itu, lebih kuatlah makhluk tersebut. Hariz, dengan rasa tanggungjawab dan dendam terhadap kejahatan yang menghantui bandar JB, mula mencipta legenda pertamanya - "Gadis Cheongsam Merah", roh misteri yang menghukum perogol dan pemangsa wanita. Apabila mayat penjenayah mula dijumpai dengan tanda luka seolah-olah dicakar kuku panjang wanita, dunia mula gempar. Namun Hariz tahu - itu bukan kebetulan. Itu adalah hasil penanya. Semakin banyak legenda dicipta, semakin kuat kuasanya... dan semakin kabur sempadan antara realiti dan mimpi ngeri. Akhirnya, Hariz mula disedari oleh organisasi rahsia dunia - mereka yang memburu "Pencipta Lagenda", kerana kuasa buku itu mampu mengubah dunia menjadi apa sahaja yang tertulis. Hariz kini bukan lagi pelajar sekolah biasa, tetapi arkitek kepada ketakutan manusia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines