Ketika Mas Gagah Pergi

Ketika Mas Gagah Pergi

  • WpView
    Reads 950
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing1h 12m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 29, 2018
Cerpen KMGP dimuat pertamakali September 1993 di Majalah Annida dan terbit sebagai buku bersama kisah-kisah saya yang laintahun 1997 (Penerbit Pustaka Annida) dan langsung terjual 10.000 eksemplar dalam seminggu, sebelum dicetak sebagai buku. Tahun 2000 buku ini diterbitkan dan cetak ulang berkali-kali oleh Penerbit Asy Syaamil, Bandung. Cerita KMGP dalam bentuk cerpen saya lanjutkan tahun 1997 di Majalah Annida, dengan kemunculan "Lelaki Tak Bernama" atau yang biasa disebut "Mas Kotak-Kotak." Jangan dikaitkan dengan salah satu kandidat capres 2014 ya, karena cerita ini muncul lebih dulu jauh sebelum kandidat tersebut muncul. Bukan mustahil tim kandidat capres tersebut terinspirasi dengan kesukaan tokoh "Lelaki Tak Bernama" si Mas Kotak-kotak ini untuk naik gunung, bekerja, blusukan :). Lalu versi 1993 dan 1997 diterbitkan dalam bentuk novellet 2011. Hingga kini buku KMGP telah dicetak ulang 38 kali. Republika, The Straits Times hingga Los Angees Times pun menyebut saya sebagai pelopor penulisan fiksi Islami perempuan atau pelopor fiksi Islami kontemporer di Indonesia. Sebagian menganggap KMGP sebagai "pembuka jalan" bagi munculnya karya sastra remaja bernuansa Islam yang kemudian menjamur di negeri ini. Allahu a'lam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shanarqie
  • ATHASYA [TERBIT] ✓
  • THE LAST POWER
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • Nyangga
  • Bumi
  • Cinta Tak Harus Memiliki
  • diet pepsi
Shanarqie

"Mohon maaf. Saya tidak bersedia untuk pacaran. Saya bukan lagi anak SMA yang bertahun-tahun pacaran and end up with nothing. Jika kamu sungguh mencintai saya, Lamar saya kepada orang tua saya" Jangan tertipu. Itu bukanlah kalimat permintaan. Tapi merupakan kalimat Penolakan. Firla Ishana Saphira, calon dokter itu selalu menggunakan kalimat tersebut untuk menolak pria yang menyatakan cinta kepada dirinya. Beberapa pria yg telah mendengar kalimat ini sebelumnya akan langsung menghilang begitu saja. 25 diantaranya nekat melamar kepada orang tua shana. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Ada yg berprofesi sebagai pengusaha, pegawai BUMN, dokter spesialis, perwira dari angkatan darat, udara, kepolisian. Sayangnya, orang tua Shana menolak lamaran mereka semua. Alasannya? Tidak ada yg tau. Tapi Shana akan melonjak berseru kegirangan tiap kali orang tua nya menolak pria yg melamar dirinya. Dia bisa lepas dari jeratan pria melalui tangan orang tuanya tanpa harus merasa bersalah dengan pria tersebut. Ya, Shana tidak butuh pria. Siapa yg butuh kalau dia sudah sangat bahagia dengan hidup yg dijalani nya saat ini? Bagi Shana, berurusan dengan pria hanya akan membawa penderitaan. Love is Bullshit, prinsip itu yg membuat Shana menjadi wanita yang berhati dingin dan sangat menghindari ikatan percintaan. Tidak ada yg menyangka bahwa sikap Shana sehari-hari yg sangat ramah, hangat dan welcome dengan setiap pria yang mencoba mendekatinya akan sangat berbanding terbalik dengan hatinya yg membeku dan tak dapat disentuh laki-laki manapun layaknya Kutub Selatan. Begitulah Shana, baginya 'No love, no problem'. Hingga beberapa pria tampan, Perwira dari Akademi Kepolisian, masuk ke dalam kehidupan Shana dan mulai menimbulkan banyak kekacauan pada kehidupan damai yang selama ini selalu dijaga oleh Shana. Adakah yg mampu menembus pertahanan Shana? Bagaimana caranya menaklukkan dinginnya Kutub Selatan yang nampak bagai Gurun Sahara? Based on true story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines