Risalah Rasa [SELESAI]

Risalah Rasa [SELESAI]

  • WpView
    LECTURES 133,045
  • WpVote
    Votes 17,227
  • WpPart
    Chapitres 35
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., avr. 30, 2019
Aidah Sabiya Marwah, gadis bernetra hazel dengan keindahan yang terpahat dalam parasnya. Hidup hanya dengan ayah dan adiknya, membuat Sabiya tumbuh dengan kasih sayang yang rumpang. Kebencian melegam dalam hati Sabiya, kepada sosok yang telah melahirkannya. Kenapa ibu meninggalkannya? Kenapa ibunya begitu tega membiarkan dia dan Zidan--adiknya--tumbuh tanpa kasih sayang orangtua yang lengkap? Kenapa tidak ada yang memberitahu Sabiya, tentang keberadaan seseorang yang menjadi syurga nya? Termasuk ayahnya yang selalu bungkam jika Sabiya bertanya, "ibu ada di mana?" Ada rahasia di balik netranya yang hazel. Perihal binarnya yang tidak pernah secerah rembulan, kerlipannya yang tidak pernah secantik bintang, dan tatapannya yang selalu setajam sembilu. Semua persoalan itu tertutup rapi dalam hatinya. Menutupnya rapat-rapat agar tidak ada seorang pun yang tahu kegundahan dan kegelisahan yang setiap saat dirasa.
Tous Droits Réservés
#7
ceritaonline
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  •  HAZELA
  • SIMETRI
  • Rainbow
  • Aresya Audi ΔEndΔ
  • Sang Pemilik[End]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Arexsa Jackson Devidos
  • Sah-Sah live son of the devil
  • Tak Sejalan
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu