My First Love In My School

My First Love In My School

  • WpView
    Reads 360
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 14, 2018
Sekolah baru dimana gue bertemu dengan cowok dingin plus songong yang sekaligus kapten basket yang mempunyai banyak fans. Tapi entah mengapa pertama gue ketemu tuh cowo gue merasa gak suka karena tuh cowok bener bener nyebelin sok cool kalo didepan fans nya, padahal mah kalo didepan gue tuh orang berbanding terbalik. Awalnya gue biasa aja di deket dia tapi lama kelamaan gue merasakan ada sesuatu yang berbeda dalam diri gue, seperti gue merasa sesak didada gue lalu jantung gue akan berdebar debar sangat kencang, lalu gue akan merasa sesak nafas, dan gue akan merasa gemeteran begitu juga dengan jantung gue memompa darah dengan cepat bahkan hingga ke wajah gue yang menyebabkan merasa panas. Apakah ini yang dinamakan cinta?? Gak..gak mungkin gue suka ama tuh cowok. Udah jelas jelas tuh cowok nyebelin, udah gitu tuh orang cuma pura pura sok cool padahal yang aslinya tuh orang berbanding terbalik.
All Rights Reserved
#167
smk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Rebound
  • falling in love
  • Ayla Salsabila
  • He is not My Best Friend (End)
  • BE A RAINBOW
  • Cold Seniors •END
  • I Love with cupu | COMPLETED
  • Hallo, Kak Diandra?
  • KEPINCUT BRONDONG

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines