Sun And Moon

Sun And Moon

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 30, 2018
Hentikan waktu saat sedang bersamamu , karena aku menyadari bahwa waktu begitu benci dengan kebersamaan kita , ia melaju begitu cepat hingga tak tersadar bahwa matahari sudah berganti bulan . Lupa waktu ? mungkin iya . Tetapi apapun yang terjadi kita patut berterima kasih kepada waktu karena tanpanya mungkin saja kita tidak akan bertemu . Disaat matahari bosan ia akan berhenti sejenak menyinari bumi dan digantikan oleh bulan yang tak pernah tau bahwa ia hadir hanya untuk menemani manusia tertidur . Tetapi bulan tidak mengeluh dengan keadaan yang ia sedang alami. mungkin saja ia bersyukur karena bulan tidak pernah membuat manusia merasa panas karena sinarnya .
All Rights Reserved
#555
moon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • The Moon and The Sun [✔️]
  • ALETHA ( Completed )
  • Bos Galak (ON GOING)
  • Senjata Pembunuh Rasa ( Waktu )
  • Sun & Moon [JINRENE] √
  • Matahari Dan Bulan (END)
  • I Told the Moon about You

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines