RUMAIFA
  • WpView
    Reads 488
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Wed, Dec 30, 2020
Rafa dan Rumai adalah sahabat sejak kecil. Ada banyak hal yang telah mereka lewati bersama. Berbagi luka dan canda hingga remaja. Setelah dirundung berbagai konflik, apakah mereka akan tetap menepati janji untuk saling menjaga saat kata cinta telah terucap? "Untuk apa lo mengulurkan tangan jika pada akhirnya tak boleh gue genggam?" -Rafa Cover by me:) Cerita ini diikutsertakan dalam event menulis 40 hari bersama 5 penerbit.
All Rights Reserved
#7
ketuarohis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • feel blue
  •  Karya Rasa (END✓)
  • ALBARISUS ✔
  • Antara Fajar Dan Senja [TERBIT]
  • Kisah cinta di antara dua sahabat
  • 90 Day's
  • Menyimpan Rasa (END)
  • For Our Place [END]
  • Stay With Me(completed)
  • Troublemaker (Tamat)
feel blue

Kalila telah menyukai Rafi sejak lima tahun yang lalu. Diam-diam, ia menyimpan rasa yang tak pernah padam. Rafi adalah pusat semestanya-sosok yang tak tergapai, namun selalu hadir dalam benaknya, bahkan dalam hal-hal kecil sehari-hari. Kalila menyebutnya cinta, tapi sahabatnya, Mika, lebih sering menyebutnya obsesi. Katanya, Kalila terlalu melankolis untuk ukuran seorang gadis remaja. Selama lima tahun itu pula, Rafi telah berganti pacar sebanyak musim berganti. Kalila? Ia tetap berdiri di tempat yang sama: mengagumi dari kejauhan, tanpa pernah berani menyapa, apalagi berharap dibalas. Rafi bahkan mungkin tak tahu namanya. Kalila menulis puisi ataupun pantun kepada Rafi berharap perubahan dan menciptakan skenario-skenario yang hanya hidup dalam kepalanya sendiri. Namun waktu berjalan, dan hidup tak pernah menunggu. Ketika kenyataan mulai menggerus mimpinya, Kalila pun mulai bertanya: sampai kapan ia akan bertahan dengan rasa yang tak pernah diberi ruang untuk tumbuh? Lantas, mau diapakan perasaan Kalila sekarang ini? Haruskah ia tetap diam dalam bayang-bayang, atau justru mulai menulis kisahnya sendiri-dengan atau tanpa Rafi di dalamnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines