Stockholm Syndrome (COMPLETED)

Stockholm Syndrome (COMPLETED)

  • WpView
    Reads 1,053,425
  • WpVote
    Votes 61,040
  • WpPart
    Parts 100
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 30, 2022
"Berikan tangan mu" ucapnya. Bagai kerbau yang di cocok hidungnya aku mengulurkan dua pergelangan tanganku yang membiru kearahnya dan membiarkan Savio mengunci keduanya di dalam borgol. "Savio..." lirihku saat merasakan dinginnya besi menyentuh lebamku. "Aku tak mengizinkan mu membuka suara, Hazel!" teriaknya yang seketika membuat air mataku kembali mengalir deras. Aku tetap diam saat ia menarik ku agar berdiri kemudian ia kembali mengunci borgol ku pada rantai yang entah sejak kapan sudah tergantung di langit-langit. Membuat kedua tanganku terangkat di atas kepalaku dengan sangat mengenaskan. Aku menggigit bibir bawahku dengan keras, menahan gejolak tangis yang ku rasa akan segera pecah. "Malam ini kau akan tidur disini, aku menghukum mu" bisik Savio di telingaku. "You wanna run? You can not, Hazel" lanjutnya. Aku semakin terisak. "I'll never Leave if you keep on holding me this way" ucapku parau. Savio sejenak termenung sebelum kembali memberiku seringaian terbaiknya. "You're gonna wish you never left me" bisiknya sebelum ia bergerak untuk mengecup sudut bibirku. Dan tangisku benar-benar pecah saat mendapati ia menarik diri lalu menghilangkan dirinya di balik pintu. Meninggalkan ku seorang diri di tengah kegelapan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Benci Menjadi Cinta
  • Janji Takkan Kemana-mana, Ya?
  • For HIM
  • Cool Man
  • (BL) Baby You Don't Know ME [Narusasu]
  • The Enemy in My Bed - #hackerseries 2.0 [✅] 🔚
  • [END] Hamil Dengan Jenderal Perang Gila Yang Menyebrang.
  • JEBAKAN CEO NAKAL (21+)
  • Perverter FRIGID [Girls Knight #3]
  • last hold S2 ✓

Kaede mengepalkan jari - jari tangannya yang berada tepat disebelah tubuhnya. Ia menggeram kesal, ia sudah tidak bisa menahannya kali ini. Segera saja ia membalikkan badannya untuk dapat berbicara secara face to face dengan laki - laki menyebalkan yang berdiri tepat di belakangnya. " Maksud dari tatapan kebencian yang anda lemparkan kepada saya dari kemarin - kemarin itu apa ya? Emang saya punya salah apa sama anda? " Tanya Kaede geram " Apa salahnya? Saya kan cuman ingin melihat dengan benar sudah berapa banyak lelaki yang kamu goda termasuk teman saya kemarin. " Jawab Xander santai " Excuse me?!! " Kaede mulai marah " Kenapa? Kamu mau saya godain juga? Aduh maaf ya, saya cuman tertarik untuk menggoda manusia, bukan makhluk iblis kaya kamu! " Ucap Kaede kesal, Xander yang mendengar bahwa ia di hina dengan sebutan iblis pun makin terbawa kesal. " Bastard! " Kaede masih sempat menginjak kaki Xander yang berbalut sepatu mahal tersebut sebelum ia keluar dari lift. ----- Berawal dari pertemuan yang tidak menyenangkan membuat mereka saling tidak menyukai satu sama lain. Tapi apa jadinya ketika dunia mengingankan mereka untuk bersama ? Tetapi sering kali orang yang datang dalam kehidupan kita tidak berarti bahwa ia akan bersama dengan kita selamanya. Karena terkadang mereka hanya datang untuk mengajarkan kita sesuatu. Apa yang akan terjadi selanjutnya diantara Xander dan Kaede ? " Two Souls Don't Find Each Other By Simple Accident " - Hate Is Such A Strong Word " Dua jiwa tidak saling bertemu secara kebetulan " - Hate Is Such A Strong Word ------- Nice for you to read my story. I'm Papermatcha and the pleasure is all mine.

More details
WpActionLinkContent Guidelines