Story cover for RINA[Completed] by zahroulmufida787
RINA[Completed]
  • WpView
    Leituras 8
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 8
  • WpView
    Leituras 8
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 8
Concluída, Primeira publicação em out 01, 2018
Maduro
"Bangun Nad! Bangun... Ini udah jam berapa sayang cepat bangun!." Ucap SALWA Ibunda Nadia .

" Astaga Bun ini jam berapa?." Ucap Nadia sambil membuka mata nya .

" Ini udah jam 6 sayang ,,,cepet bangun! Kamu ini ketua osis kok malah bangun nya telah sih ! Cepat bangun!." Ucap Ibunda Nadia karena tidak bisa menghentikan amarah nya.

Nadia pun bergegas pergi meninggalkan ibunya tanpa sepatah
kata ia pergi menuju kamar mandi .
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar RINA[Completed] à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
BUKAN BEGINI (Tamat), de GaluhCahya8
24 capítulos Concluída
Aku telah melakukan banyak perjalanan dari satu cerita ke cerita lainnya sebagai antagonis. Misiku hanya satu, memastikan tokoh utama perempuan menderita sesuai dengan naskah asli. Satu, kucing putih yang bisa bicara sekaligus penanggung jawab isekai milikku, memberiku banyak bantuan. Mulai dari dunia vampir, petarung sinting, sampai novel picisan. Segalanya kuselesaikan dengan tuntas, sesuai perjanjian dengan Satu. Seharusnya bila tugas terakhirku, misi nomor seratus, selesai maka aku akan dijanjikan boleh hidup sebagai orang berkecukupan, superberuntung, dan jauh dari kesialan apa pun. Seharusnya! SEHARUSNYA! "Mohon maaf, kuota bagi penerima paket untung sudah habis," Satu menginformasikan. Tentu saja aku marah. Rasanya seperti kena scam mentah-mentah. Seratus misi. Bermacam kegiatan sinting. Dedikasi yang tidak terbayarkan. Aku menuntut ganti rugi, tapi Satu berkata bahwa kepala isekai tidak menerima keluhan. "Ya sudah, hidup di sini saja." Gampang sekali Satu bicara. Hidup di sini. Di cerita keseratus. Di sebuah novel picisan CEO sinting. Aku bahkan berani taruhan bahwa penulis tidak melakukan riset sama sekali. Oh itu belum termasuk fakta bahwa aku, si pelaku kejahatan dalam cerita, akan mati di tangan tokoh utama pria karena telah merugikan kekasih impiannya. Aku, bukan orang lain. Bukan Satu si kucing gembul biang kerok. Aku! "Buhuuuu apa kamu nggak bisa mempertimbangkan diriku sebagai asisten rumah tangga?" Apa yang bisa kulakukan? Iya, tepat sekali. Hadapi racun dengan racun. Alias, kubuang harga diri dan lari mencari belas kasih dari Bos Antagonis, Mr. Villain, Big Boss. Inilah yang terbaik, 'kan? Benar, 'kan?
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
Maaf' (Revisi) cover
BUKAN BEGINI (Tamat) cover
troublemaker VS ketos! ✔ cover
The Third Person ✔  cover
Stay Strong's cover
TOUCHED (End) cover
The Devil Boss [TAMAT] cover
MY CEO ✓  cover

GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)

24 capítulos Concluída

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.