RINA[Completed]

RINA[Completed]

  • WpView
    LECTURAS 39
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mié, ene 30, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
"Bangun Nad! Bangun... Ini udah jam berapa sayang cepat bangun!." Ucap SALWA Ibunda Nadia . " Astaga Bun ini jam berapa?." Ucap Nadia sambil membuka mata nya . " Ini udah jam 6 sayang ,,,cepet bangun! Kamu ini ketua osis kok malah bangun nya telah sih ! Cepat bangun!." Ucap Ibunda Nadia karena tidak bisa menghentikan amarah nya. Nadia pun bergegas pergi meninggalkan ibunya tanpa sepatah kata ia pergi menuju kamar mandi .
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jomblo di eskul Pramuka
  • MY CEO ✓
  • Regret Nothing (STORI KOMPLET)
  • when does it arrive?
  • The Third Person ✔
  • BUKAN BEGINI (Tamat)
  • AILAH(END)✅
  • YILDIZ [TAMAT]
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)

"Mulai hari ini kamu ibu masukkan ke dalam eskul pramuka, bahagialah!" Entah kenapa di akhir kalimat, pengucapan ibu Fatimah begitu menekan ke dalam jantungku. "Tung--Tunggu dulu bu. Saya belum pernah menyetujuinya" "Apakah itu harus?" Nada dingin dan sentuhan tangan beliau langsung menjalar ke urat nadiku "I--itu tergantung dengan situasi dan persepsi dari--" "Mana jawabanmu?" "Baik bu" Sial... Kenapa mulutku tak memikirkan nasibku yang akan datang. "Yaah, ibu tau kamu malu kok" (Bu! Hentikan omong kosong anda) Begitulah kalau aku punya nyali untuk mengucapkannya. "Nandi, mulai hari ini, dia bergabung dengan eskul pramuka" Ibu Fatimah mendekati seorang wanita yang dari tadi memperhatikan kami. Kalau aku bilang, lebih seperti seorang anak kecil sedang memperhatikan anak kecil lainnya yang sedang dipaksa oleh orang yang lebih tua. Entah apa yang mereka bisikkan di sana, tapi aku yakin, pasti itu bersangkutan dengan privasi yang kujaga lebih dari apapun. "Dimas, Nandi juga setuju dengan ini. Jadi kau sepulang sekolah bisa langsung ke ruang pramuka nanti" Lalu beliau tersenyum. Entah kenapa senyuman tersebut mempunyai maksud yang berbeda dari apa yang dia katakan sebelumnya "Jangan kabur ya..."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido