Mengagumimu dari jauh, melihatmu tanpa menyentuhmu, seperti menyentuh angin yang tak pasti
Dalam diam aku mencintaimu,
kusimpan rasa dibalik tabir rahasia,mengagumimu dalam diam seribu bahasa,tersulam rindu dalam jiwa,sunyi tanpa suara.
Dan saat kau jauh, rasa gelisah datang menyentuh,tak bisakah kau susuri,jelajahi hati yang tak mungkin kau singgahi.
Namun biarlah,aku akan tetap menjadi pemilik cinta tanpa ungkapan,mencintaimu dalam diam,dalam angan dan impian.
Namamu selalu ada dalam setiap doaku. Semoga tuhan mengabulkan permintaanku, untuk menyatukanmu denganku
Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa?
Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti.
"Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik.
Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga.
Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.