S.P.C
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 5, 2020
Biasakan membaca Deskripsi sebelum membuka... Biar gak nyesel. . . . Apa yang akan terjadi jika anak yang memiliki berbagai phobia yang berbeda disatukan? Mulai dari kelas berisik, kotor sekaligus bersih(?) dll... Inilah sekolah yang mendirikan 1 kelas untuk para siswa/i yang memiliki phobia. Kelas XIII/13 atau biasa dibilang S.P.C Special Phobia Class Warn! - bahasa tidak sesuai EYD - mengandung sedikit kata-kata kasar, harap bijak dalam menyikapinya - dan banyak ketidak sempurnaan lainnya... Gendre : -Comedy garing -Romance remaja -Friend ship -Drama -School life
All Rights Reserved
#552
phobia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLASS F
  • Ketua Kelas
  • My Boy [ kth ]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Saranjana [END]
  • Di Balik Senyuman Mereka
  • Unfamiliar Twins (END)
  • All You Need Is A Friends [END]
  • Trapped between two friends
  • NOBODY'S WEAK || -Trying to Stop - [✓]
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines