#BasedOnTrueStory
"Pada faktanya jarak memang bukan hanya sebuah kata, tapi memang dialah sebenar-benarnya alasan seseorang menghilang" - Sarah
-Nandita Sarah Arkano-
Namanya Abraham, laki-laki paling tampan yang pernah dilihat oleh mataku. Laki-laki dengan kharisma yang begitu sulit untuk kutolak. Laki-laki yang dengannya aku tidak bisa membayangkan bagaimana bahagianya kehidupanku bila ada di hidupnya. Dia, yang dengan tangan hangatnya selalu bisa membuatku nyaman. Dia yang bibirnya selalu memilih berkata baik atau diam.
Dia, satu-satunya orang yang pernah menjadi alasanku merayu Tuhan. Dia yang menjadi alasan aku ingin berhenti bermimpi, karena hidup nyata dengannya telah berubah menjadi cita-cita.
Dia, yang berjarak begitu jauh dariku, begitu dekat dengan mataku, begitu nyata direngkuhanku. Dia pria yang unuk pertama kalinya membuatku takut kehilangan seseorang di hidupku.
-Abraham Kharisma-
Namanya Sarah, perempuan yang selalu kuminta pada Tuhan. Satu-satunya perempuan selain ibuku yang ingin kujaga perasaannya, ingin kumiliki hatinya, ingin kudekap tubuhnya.
Dia, perempuan hebat yang dengan tinggi egonya mau merendahkan suaranya di depanku. Seseorang yang bisa lembut juga kuat disaat yang menurutnya tepat.
Perempuan dengan banyak kelemahan itu adalah alasan aku menyeberang. Memangkas jarak, membawanya pulang.
Dia, sang matahari di gelap langit malam yang selalu berhasil membawaku terjaga saat malam, tidur ketika siang, dan bermimpi kala hujan. Perempuan pertama yang membuatku berani menentukan pilihan.
_______________________________________________
4 Oktober 2018
-Aditira Anjani-
#234 in chicklit (21 Juli 2018)
#399 in chicklit (23 maret 2018)
#317 dalam Masa SMA (11 mei 2018)
"Katanya, kesempatan kedua itu ada. Namun aku tak pernah benar-benar mendapatkan hal itu." -- Naira Anjani.
"Aku pernah mendapatkan kesempatan kedua, namun masih adakah kesempatan lain untukku?" Raffadika Wijaya kusuma.
》》》》》
JAKARTA-BANDUNG. Bagi Naira anjani, gadis cantik bermata indah, Jakarta adalah kota masa lalu yang penuh luka. Sedangkan Bandung adalah pendewasaanya. Ia lebih memilih untuk tinggal di Bandung setelah apa yang terjadj pada dirinya saat ia tinggal di Jakarta. Saat ia harus terluka karena sebuah pengkhianatan.
Namun semua masalah tak berhenti ketika ia pindah ke Bandung. Masalah semakin bertambah komplek ketika ia mulai bertemu kembali dengan laki-laki yang menjadi alasannya untuk pindah. Lebih dari itu, ia takut kejadian masa lalu akan terulang kembali.
Untuk selanjutnya, Naira hanya membiarkan semuanya mengalir seperti air yang bermuara ke laut. Namun sayang, karang selalu menghadangnya. Membuat Naira harus menabrak karang itu hingga akhirnya ia terluka. Dan pada saat itu juga ia ingin mengakhiri semuanya.
Happy reading....