INTUISI

INTUISI

  • WpView
    Reads 735
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 12, 2022
"Jika aku diberikan pilihan ... maka aku akan tetap memilihmu, Aska." "Banyak keraguan didalam hidupku. Namun satu hal yang tak pernah aku ragukan. Aku tak pernah ragu untuk mencintaimu." Dalam hidup ini perlu adanya keseimbangan, namun bagaimana tentang perasaan kita yang tak seimbang dan ada sebagian rasa yang rumpang? Seperti hanya dipihakku yang berat rasa sedangkan kamu biasa saja? © mileniapoo
All Rights Reserved
#24
yogyakarta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KARAFERNELIA
  • Cerita Angkasa
  • DASAR, LAUT!! [ON GOING]
  • Promise
  • MAFIA FAMILY ||SVT||✔
  • Sentimentally
  • Between | 《Chanyeol Jaehyun Haechan》 ✔
  • Broken melodies
  • Kapal Tanpa Nakhoda | Selesai

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines