You are the reason.

You are the reason.

  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, oct 2, 2018
Aku kembali mencintai setelah aku tersakiti,aku kembali salah akan hal mencintai.Ya,aku mencintai seseorang yang hatinya untuk orang lain,sangat indah bukan,kita mencintai tapi kita juga tersakiti,lantas untuk apa kita mengenal sebuah cinta bila didasari dengan rasa luka?.Aku selalu bersabar menunggumu selalu memperjuangkanmu tapi mungkin ini semua sudah jalanmu yang selalu mengabaikanku.Sekarang,aku tahu kau takkan mungkin pernah mencintaiku,takkan mungkin pernah bisa menjadi milikku.Aku mencintaimu dalam rindu,kau tak menyukaiku sepenuh hatimu.Jangan benci diriku,bencilah hatiku yang dengan sendirinya mencintaimu. Hampir segala hal ingin kulakukan untuk dirimu bahkan jika ada orang yang melukaimu sedikitpun aku yang harus membuatmu merasa aman,tapi dengan sikapku seperti itu, aku mengerti betapa sakitnya mencintai kepada orang yang tidak mengetahui isi hati ini. Aku berhak bahagia,kau berhak bahagia.Kau bahagiaku,Aku? hanya pelengkapmu, penghiburmu disaat kau terluka karena cinta yang dia beri hanyalah sebuah dusta.Jika menunggu bisa membuatmu mencintaiku,baik aku akan menunggumu seberapa lamapun.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Backstreet
  • Terjebak Nostalgia
  • Heart Waiting For You
  • All of the stars [Bulan's]
  • THE ROOM
  • Unfinished Goodbye
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • flashback~

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido