Jingga Dipelantaran Senja

Jingga Dipelantaran Senja

  • WpView
    LECTURES 266
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Chapitres 9
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., janv. 6, 2019
Aku setangkai bunga yang dipetik paksa sebelum mekar pada waktunya. Tangan manusia keji itu membuatku terhempas jauh dari akar kehidupan ku, bunga indah yang sebelumnya didambakan semua insan kebanggaan sang pemilik bunga namun mahkotaku layu sebelum ku mekar. Asyifa putri Bramantyo, wanita Solehah yang kehormatannya direnggut paksa dan membuatnya jauh dari dekapan kasih orang orang tercinta demi keselamatan mereka.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Dear, Mr. A
  • Our Path Diffrent
  • AZALEA
  • Sebuah Takdir
  • Janji
  • Terbang Bersama Layang
  • ADA PELANGI DI UJUNG WAKTU
  • TOGETHER

FOLLOW : @wattpad_plavana03 [Janlup follow dan vote ya! Biar tau kalau update cerita terbaru] Untuk kita, yang dipaksa ikhlas ketika sesak, dan dipaksa mati dalam cerita sendiri. "Kemana perginya mereka?" "Pergilah disaat kamu senang, dan datanglah disaat kau membutuhkan cahaya. Sama seperti bintang yang menerangi langit gelap, disaat rembulan tak kunjung datang." -Elektra Pramoedya. "Semua manusia itu egois. Yang membedakannya hanyalah kadarnya" -Xayara Rayana Deamore. "Dunia itu baik. Bagai tokoh yang memakan hal buruk dalam diri manusia. Namun, aku adalah makanan yang membuat tokoh itu alergi." -Eunio Astrazna Reberturs. "Aku adalah rembulan yang akan menerangimu dengan bentukku yang berbeda." -Adarano Hwenzania Qwertynus. HIGHEST RANK : #1 in Pramoedya #1 in Rumah Kecil

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu