Jodohkah?
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 18, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku terdiam mendengar pertanyaan dua gadis di depanku ini. Yang notabenya adalah teman dekat ku selama 7 tahun belakangan ini. Aku bingung antara ingin menjawab atau mengabaikan nya saja seperti biasanya. Tapi Jujur aku lelah juga kalo setiap hari yang mereka tanyakan hal itu itu saja. Gak di jalan, kampus, kantin, di telpon, dikos. Itu mulu yang ditanyain. Tentang apa hubungan ku dengan ghery. Astaga Itu lagi-itu lagi pertanyaannya. Memangnya apa juga yang harus aku jawab, toh jawabannya tetap akan sama. ya intinya kami hanya teman dekat, tidak lebih dan tidak kurang titik gak pake koma. Hay hay....cerita baru nih. Agak gaje sih maklum penulis pemula gak ada sama sekali skill penulisnya tapi ya aku ingin mencoba belajar lewat cerita baruku ini semoga ada yang suka. Aminn🙏🙏 Btw ini diambil sedikit banyak dari pengalaman pribadi. Hehe jadi maklum kalo agak aneh ya. 😂😂 Mohon kritik dan sarannya ya gaes!!! Lop u😄
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It HURTS
  • The Story Of Aghea
  • There's Love In My Friendzone
  • thats you (complete)
  • Friendzone Stuck
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • DEVIAN [END]
  • Maaf✓
It HURTS

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines