Aksara Hati

Aksara Hati

  • WpView
    Reads 3,378
  • WpVote
    Votes 304
  • WpPart
    Parts 111
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 11, 2019
Teruntuk kamu... Orang yang mengajarkanku cara mencintai, tak lupa memberi luka. Orang yang mengajarkanku perjuangan, tak lupa mengecewakan. Orang yang telah membuatku tahu, betapa perihnya terus menunggu. Untuk kamu...orang yang aku cintai. Terimakasih telah memberikan luka, yang mengajarkanku betapa kerasnya arti mencinta. Terimakasih telah memberi rasa kecewa, karena itu aku jadi kehilangan tawa. Tapi tak apa, semua itu hanyalah pengalaman, yang harus kujadikan pelajaran. Sekali lagi terimakasih, atas apa yang kau lakukan, karena itu semua aku jadi belajar, tentang perjuangan yang telah disia siakan. Dan tentang kamu yang tak pernah melihat, bahwa aku orang yang berharap sangat dalam padamu, tetapi kamu abaikan.
All Rights Reserved
#920
hati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • My Wish
  • Semua Memukul (✅)
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • Rembulan Yang Sirna
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • poem

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines