Those Eyes (on hold)

Those Eyes (on hold)

  • WpView
    Membaca 593
  • WpVote
    Vote 41
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mei 16, 2014
WpInfo
Fiksi
Romansa
(14+) Setelah Radian mengalami kecelakaan, Sania terus berdoa agar Radian mendapatkan donor mata secepatnya. Doa Sania dikabulkan kurang dari 2 minggu Radian mendapatkan donor mata, awalnya semua menyangka mata itu milik Rian karena Rian tiba-tiba menghilang, tetapi setelas Sania membaca surat yang ada di buku Rian, Sania menyadari bahwa bukan mata Rian yang ada di Radian. Setelah kejadian Sania membuka surat itu, banyak sekali kejadian aneh di hidupnya, mulai dari sahabatnya yang diculik dan minta pertolongan, sampai seorang kakek-kakek yang mengatakan bahwa ada seseorang yang selalu mengikuti Sania.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#57
passion
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • I (don't) Love You [END]
  • ARTEMIS
  • GOLD
  •  CHIKA IS MINE
  • ME & HIM ARE DIFFERENT
  • Love Melodies [END]
  • Liberosis
  • Promise
  • RASA (On Going)

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan