Story cover for Did You See My Starlight? (Completed) by StevenPTanujaya
Did You See My Starlight? (Completed)
  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
Sign up to add Did You See My Starlight? (Completed) to your library and receive updates
or
#206philosophy
Content Guidelines
You may also like
Side Chick ✅️ by maharanidnda
55 parts Complete Mature
Side chick (n) the other woman; also known as the mistress; a female that is neither a male's wife or girlfriend who has relations with the male while he is in another relationship "Kamu bilang akan selamanya bersamaku, apa itu bohong?" Tanyanya sendu. Pria di hadapannya hanya bisa memejamkan mata mendengar tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Entah sejak kapan janji yang selama ini selalu ia pegang teguh kini terasa menjadi beban baginya. Ia sudah tidak sanggup lagi. "Bukannya aku bohong." Helaan nafas beratnya terdengar menggema di seluruh ruangan yang kini hanya berisi mereka berdua. "Lalu apa?" Paksanya. Ia ingin tahu kenapa pria yang selama ini selalu bersamanya kini meninggalkannya. "Lalu apa?" Bentaknya. Di hadapannya, pria itu hanya memejamkan mata tak tahu harus berkata apa. Ia tidak ingin menyakiti gadis di hadapannya ini, meski nampaknya sudah terlalu terlambat untuk itu. Air mata yang semula hanya mengalir kini diiringi isakan pilu yang membuat hatinya mencelos. Seharusnya ia yang menjaga gadis itu, bukan menjadi penyebab dari tangisnya. Tak lama, suara langkah mulai terdengar dan ia hanya bisa menggigit bibirnya menahan semua emosi yang kini melandanya. Semakin lama semakin jauh hingga akhirnya ia tak lagi bisa mendengarnya, diiringi oleh bunyi debaman pintu yang ditutup dengan kencang hingga membuatnya terlonjak. #1 on OldLove #1 on Onesided #2 on forbidden #3 on childhoodfriends #31 on flashback #66 on firstlove
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
13 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
You may also like
Slide 1 of 9
Side Chick ✅️ cover
Only A Hope cover
TIME will TELL {On Going} cover
[1] ESTRELLA (END) cover
Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•|| cover
Seperti Bintang cover
Seperti Bintang ✔️(SHORT STORY) cover
galaxy cover
LANGIT cover

Side Chick ✅️

55 parts Complete Mature

Side chick (n) the other woman; also known as the mistress; a female that is neither a male's wife or girlfriend who has relations with the male while he is in another relationship "Kamu bilang akan selamanya bersamaku, apa itu bohong?" Tanyanya sendu. Pria di hadapannya hanya bisa memejamkan mata mendengar tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Entah sejak kapan janji yang selama ini selalu ia pegang teguh kini terasa menjadi beban baginya. Ia sudah tidak sanggup lagi. "Bukannya aku bohong." Helaan nafas beratnya terdengar menggema di seluruh ruangan yang kini hanya berisi mereka berdua. "Lalu apa?" Paksanya. Ia ingin tahu kenapa pria yang selama ini selalu bersamanya kini meninggalkannya. "Lalu apa?" Bentaknya. Di hadapannya, pria itu hanya memejamkan mata tak tahu harus berkata apa. Ia tidak ingin menyakiti gadis di hadapannya ini, meski nampaknya sudah terlalu terlambat untuk itu. Air mata yang semula hanya mengalir kini diiringi isakan pilu yang membuat hatinya mencelos. Seharusnya ia yang menjaga gadis itu, bukan menjadi penyebab dari tangisnya. Tak lama, suara langkah mulai terdengar dan ia hanya bisa menggigit bibirnya menahan semua emosi yang kini melandanya. Semakin lama semakin jauh hingga akhirnya ia tak lagi bisa mendengarnya, diiringi oleh bunyi debaman pintu yang ditutup dengan kencang hingga membuatnya terlonjak. #1 on OldLove #1 on Onesided #2 on forbidden #3 on childhoodfriends #31 on flashback #66 on firstlove