Story cover for Can I Be? by delvialy
Can I Be?
  • WpView
    Reads 646
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 646
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Oct 04, 2018
Can I Be?

Bisakah Aku?

Bisakah aku yang hanya sebuah upik abu ini memiliki mu?

Hahahaha memang seharusnya dari awal aku yang sadar

Aku yang harus tahu diri

Bagaimana seorang upik abu seperti ku mengharapkan cinta tulus mu pangeran?

Sampai kapan pun aku hanya bisa berharap

Dan sampai kapan pun juga hanya kata Can I Be? 

Yang mewakili semua pertanyaan di benak ku kepadamu

Yang memang pada dasarnya sangat mustahil untuk ku gapai

Seperti bintang yang ada di atas langit

Meskipun aku melompat setinggi apapun

Berlari sejauh apapun

Akan tetap takkan berubah

Kau sangat tinggi untuk ku gapai

Bahkan hanya untuk memiliki mu sebentar saja 

Aku tak bisa

Inilah Kisah cinta dan perjuanganku!

~Ardella Putri Rianti~
All Rights Reserved
Sign up to add Can I Be? to your library and receive updates
or
#168defan
Content Guidelines
You may also like
BarraKilla by novaadhita
64 parts Complete
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
You may also like
Slide 1 of 10
MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)  cover
Fall And Love cover
Bad boy is a good boy for me [END] cover
CLOSER cover
BarraKilla cover
ALSTARAN [END] cover
ARGA [TAMAT] cover
RadenRatih cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
Untuk, Abadi | Completed ✔ cover

MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)

90 parts Complete Mature

"Haha Kapan jalannya?" "Ini lagi ganti baju" "Vc dong! Pengen ngelihat" "Abang! Alii ganj ,- "Apaan sih, ngadu ngadu bang zidan segala! Umur berapa sih?" "Biarin! Lagian kamu gitu aja percaya, Kamu lupa ya? bang zidan itu udah nikah? so, dia udah ga tinggal disini lagi" jelas prilly. "Truss kamu sendirian dong disana? " "Iyaa" "Kalau papa kamu dinas keluar calling aku ya! " "Mau ngapain? Mesum nih yakan? " "Seudzon aja yaampun! Aku kepengen mampir lah ketemu mama mertua, silaturrahmi udah lama banget kan ga main kesana. Mama kamu kan ga masalah dengan kita " "Oh kirain" "Kirain apa? Kamu mikir jorok ya? Udah paham ya sekarang hal hal begitu" "Paham apaan? Ih ngaco! Aku ga mikir apa apa kok" "Walaupun aku suka mesum tapi aku ga bakal ngerusak kamu, sebenarnya kesempatan mah udah banyak tapi aku ga mau,karena apa? Karena aku sayang sama kamu, kamu itu untuk di jaga bukan untuk di rusak" "Makasih" "Loh! kamu nangis? Cuman bilang gitu, malah nangis! Cengeng amat" "Aku terharu loh! Ternyata kamu otak nya doang yang rusak hatinya ternyata masih waras. Makanya aku terharu" "Wah! Ingin berkata kasar serius!"