Athaletta.

Athaletta.

  • WpView
    Reads 351
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 13, 2018
"Hei alien! " sapanya "Minggir ih... Gue udah laper ini panas juga. Oh iya namaku Athaletta A-T-H-A-L-E-T-T-A bukan Alien." bodohnya Aku malah menanggapi ucapannya, biarlah. "Kepanjangan! " "Ya udah panggil Atha aja A-T-H-A lebih pendek dibanding alien kan?" "Tapi Gue maunya panggil lo Alien gimana dong?" "Lo minggir atau Gue tumpahin siomay panas ini ke tubuh lo? Ga jadi deh ntar Gue ga jadi makan kan sayang rugi juga ntar harus ngantri dan bayar lagi. " "Dasar Alien! " "Apa sih mau lo? Atas dasar apa juga lo panggil Gue alien? " sentakku agak marah. "Alien penghuni planet Venus!" "Hah? Maksud lo?" "Lo bakal tau sendiri. " ucapnya dan pergi melaluiku begitu saja. Aneh. "Dasar cowok aneh! " ucapku berteriak padanya dan dia hanya menengok sekilas sambil tersenyum kemenangan.
All Rights Reserved
#306
cowok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • Glitch
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • AL - TA [END]
  • My Friend Is My Strength
  • Standing With You (gxg) (completed)
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • U'RE MINE [END]
  • Love Enemy!
  • My First Love [END]

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines