Vakum
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 4, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Disini saya menceritakan, seorang pria yang dulunya sangat Playboy memiliki banyak pacar, dan memainkannya seenaknya saja. Punya banyak pacar adalah kebanggaan bagi seorang pria. Bagaimana jika terlalu percaya diri dengan itu , dan akhirnya ............ Eitssssss tunggu dulu, pria itu Dimas memiliki banyak pacar dulunya , dan and tetapi , sekarang hal itu menjadi hal yang ........ bagi Dimas. Dan membuatnya harus memiliki sebuah cara untuk mendapatkan seorang wanita yang sekarang ini yang sangat ia cinta dan sangat sangat luluh terhadap wanita itu. Tapi dia di cuekin, bahkan membuat si ciwok ini , va......... Okee silahkan membaca, membaca gratis kok Heheh, kalo kalian suka boleh di komen atau di apakan laah yakan. Kalo ada yg kurang enak di mata kelen, cakap sikit jan diam Aja, biar bisa aku berubah dari kesalahan. Copy boleh tapi not for paste, tidak untuk di paste. Habis CTRL C jangan di CTRL V. :)
All Rights Reserved
#27
istirahat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Because I'm Stupid (End)
  • Tentang Seseorang
  • ꜱᴏʀʀʏ ɪ ʟᴏᴠᴇ ʏᴏᴜ :)  (Tamat)
  • One Change From You I Want
  • Im Yours.
  • ALSTARAN [END]
  • Bersamamu
  • JANUS
  • When She Meets The Bad Boy [COMPLETED]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines