Kiasan Kata

Kiasan Kata

  • WpView
    Reads 4,001
  • WpVote
    Votes 139
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 2, 2020
Antologi puisi milik Ayuni dan teman-teman sebelum akun pindah tangan. Serumpun kata yang dirangkai menjadi kalimat Berpadu dengan diksi dan ide ide Menjadikannya seuntai puisi yang tertuang dalam kiasan kata Puisi di sini di tulis oleh berbagai pengarang, jadi kalo mau di copas sertakan nama pengarang nya yang berada di bagian bawah puisi nya ya 😊. Eh iya jangan lupa bintang nya buat berubah warna ya 😉 Inget! Ide itu mahal! Cover by Google
All Rights Reserved
#107
antologipuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Infinity
  • You are in my past and my future [END]
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • SEBERKAS RINDU DALAM SAJAKKU UNTUKMU
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Elegi Roman Remaja
  • Rindu yang berjarak
  • DikaRanggi

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines