MOM!  I LOVE YOU

MOM! I LOVE YOU

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 5, 2018
"Apa!? mengurus seorang kurcaci kecil, bagaimana mungkin? Aku tidak mau dan tidak akan melakukannya!" protes Jane dengan suara yang meninggi. " Baiklah jika itu maumu, tapi besok akan kupastikan kau tidak akan menginjakkan kakimu di perusahaan Gerald lagi" jawab seorang pria dengan santai. Kemudian Jane membelalakkan matanya tak percaya dengan perkataan pria tersebut " tidak, tidak aku tidak mau dipecat dari perusahaanku aku mohon. Baiklah aku akan menuruti permintaanmu untuk menjaga kurcaci kecil itu" jawab Jane menyerah. Terlihat senyum kemenangan yang mengembang pada wajah Julian Cristopher. Lalu apa yang akan terjadi pada Jane dan Julian?? ____________________=___________________= Ini cerita pertama aku di wattpad aku minta dukungan kalian guys ❤❤ jangan lupa voment yaa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Abraham Salim (Book 3) #Googleplaybook #JE Bosco Publisher
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Bad Papa
  • Pilih Aku Atau Mereka Christy (chrisflo)
  • CUCU BUNGSU MAFIA (Tamat And Lengkap)
  • HOT DADDY 1 (TAMAT)
  • TOUCHED (End)
  • STORY OF YEZY  [END]
  • Mysterious Girl

Aku sedang berada di kursi tunggu bandara ketika aku mendapat pesan singkat. kubuka layar ponselku dan air mataku hampir saja tumpah meilat backgroun di ponselku, foto suamiku dan pangeran kecil kami George. Pesan dari Agnes kakakku "Take care dear. Be strong." Oh dia selalu memberikanku pesan semacam ini sejak tiga bulan yang lalu, setiap kali aku harus terbang ke Singapore untuk bertemu dengan puteraku. Tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatianku dari layar ponselku. Seorang bocah laki-laki baru saja datang dan duduk tak jauh dari tempatku duduk. "Momy, we will meet dady soon?"Anak itu bertanya pada ibunya yang sedang asik melihat ke arah layar ponselnya "Yes honey."Ibu itu mengangguk seadanya. "Can I call dady now? Bocah itu kini bergelayut di pangkuan sang ibu, memaksa ibunya mengalihkan perhatian padanya. "This is surprise, we will keep it secreret." Ibu itu kini meletakan ponselnya dalam saku jaketnya lalu memangku anak itu, menjelaskan dengan lembut pada puteranya. "Dady will happy when we come?"Anak itu lagi dan lagi bertanya dengan polosnya. "Of course." Ibu itu kembali meyakinkan puteranya. Entah mengapa melihat mereka begitu dekat, membuatku terluka. Air mataku bahkan perlahan tapi pasti merangsek ke sudut-sudut mataku. Aku segera bangkit dan berjalan menuju toilet. Kuhapus air mataku di sana. Aku bahkan sangat kesulitan untuk bertemu puteraku sendiri, aku hanya memiliki waktu entam jam, dan itu dua minggu sekali dalam setiap bulannya. Dan ini sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu. Tapi semua ini memang salahku, aku pantas menerima hukuman ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines