Arizona

Arizona

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 2, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Teori setiap kehidupan setiap manusia itu tentunya berbeda. Kita tidak tahu dengan siapa kita akan dipertemukan nantinya. Kita tidak bisa memilih siapa yang menjadi keluarga, teman, bahkan kekasih kita nantinya. Begitu pula yang terjadi pada diriku saat ini. Aku tak pernah membayangkan akan berada di lingkaran hidupmu sebelumnya. Mengenalmu adalah suatu kebetulan bagiku. Bisa bersamamu adalah suatu kejutan tak terduga dari Tuhan untukku. Dan karena kamu jugalah, aku menjalani setiap detik dengan penuh tantangan dan petualangan. 5okt18© *Cover by me
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • ASRAR|
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • ANINDITA (END)
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • SHS : Dia Untuk Aku
  • Can We? Only 9 Days
  • [END] Blind Rainbow

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines