Story cover for Ei by prmdvtaa
Ei
  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Oct 05, 2018
"Maafin gue Ra , gue gak bermaksud nusuk lo dari belakang. Gue bisa jelasin semuanya Ra"
"Apanya yang perlu dijelasin Ma. Gue kecewa sama lo. Gue udah percaya banget sama lo , gue udah anggap lo sahabat yang paling gue percaya. Kenapa lo hianatin gue Ma? Kenapa?! Gue kecewa sama lo Ma. Gue kecewa!"  Ujar Ara lalu berlalu pergi dari hadapan Ima dengan bercucuran air mata.
All Rights Reserved
Sign up to add Ei to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
ALZEN  cover
DEDEL(Zeedel)                                         (Slow Update) cover
See me as myself, not my twin(delshel)END cover
the other side cover
Five Second Minutes  cover
BHS cover
Z & H cover
best friend and twilight cover
TEMAN TAPI MENIKAH cover
JUNI ( COMPLETE ) cover

ALZEN

35 parts Complete Mature

Senja itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Zenn berdiri di hadapan Alika, seolah menahan sesuatu yang berat di dalam hatinya. Angin sore berhembus pelan, membuat suasana perpisahan itu terasa semakin nyata. Dengan suara yang sedikit bergetar, Zenn akhirnya berkata, "Maafin aku... aku harus ninggalin kamu di kota yang berbeda." Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi Alika rasanya seperti sesuatu yang sulit diterima. Zenn menatap Alika seolah ingin mengingat wajah itu lebih lama. Lalu ia melanjutkan dengan lembut, "Semoga kita jangan jadi asing, ya. Chat aja nomor aku ini... aku selalu ada buat kamu." Alika terdiam. Di antara jarak yang sebentar lagi memisahkan mereka, ada begitu banyak perasaan yang tidak sempat diucapkan. Perpisahan hari itu bukan hanya tentang dua orang yang harus berada di tempat yang berbeda. Tetapi juga tentang sebuah hubungan yang harus mencoba bertahan... di tengah jarak. Dan pertanyaannya masih menggantung di hati Alika: Apakah ia dan Zenn masih bisa bertahan, meski harus menjalani semuanya dari jauh?