Tak Lagi Surgaku

Tak Lagi Surgaku

  • WpView
    Reads 116,242
  • WpVote
    Votes 3,404
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2020
Aku tak tahu apa ini keputusan baik atau justru salah. Yang ku inginkan adalah melihatmu bahagia. Meski harus aku yang dikecewakan. Aku tidak seperti istri-istri Rasulullah yang selalu ikhlas dan tabah di setiap segala ujian. Bahkan menikmati ujian dengan hikmat, tanpa mengeluarkan keluhan menyedihkan. Aku tidak sekuat Saudah r.a yang mencintai Rasulullah Saw. hanya karena Allah. Merelakan dirinya di madu untuk mendapatkan surga-Nya. Aku tidak tahu apakah aku juga seperti Khadijah r.a baginya. Khadijah r.a selalu dicintai oleh Rasululullah Saw. Tapi aku ingin menjadi wanita dicintai oleh suami ku. Aku juga tidak secantik Aisyah r.a. Tapi aku hanya ingin seperti para istri-istri Rasulullah Saw. yang ikhlas meski aku tahu bagiku ikhlas adalah hal yang tersulit.
All Rights Reserved
#199
poligami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketabahan Hati Aisyah [Revisi]
  • Imam Rahasiaku [TERBIT]
  • Ikhlas Bersamamu |END|✓
  • Halal Kah? (Tamat) Poligami Series
  • Cinta Dalam Luka [SUDAH TERBIT]
  • Ketulusan Cinta Aisyah - [Telah Terbit]
  • Sepertiga Malam Bersama Allah
  • Simfoni Takdir ✔
  • Love Till Jannah [END]
  • Imamku Surgaku ✔
  • AKU (BUKAN) ISTRI SIMPANAN [END]
  • Pelakor?
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • ZAHRA
  • PERMAINAN TAKDIR (Selesai)
  • Bidadari Surgaku
  • SURGA UNTUK SARAH (SELESAI)√
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku
  • True Love [Completed✔]
  • Calon Imam Untuk Aisyah(COMPLETED)

Kehidupan rumah tangga memanglah tidak mudah untuk dijalani. Tetapi memiliki seorang suami yang tidak meminta kesempurnaan istri, dan hanya mengharap rida Ilahi, tentu sudah pasti patut disyukuri. Barangkali demikian yang Aisyah rasakan. Di tengah ketidaksempurnaannya, sang suami berjanji atas nama Allah akan terus membersamainya sampai surga. Namun, bukankah kebahagiaan tak selamanya menghampiri kita? Mungkin demikian juga yang Aisyah rasakan. Hari, minggu, bulan, bahkan tahun yang terus bergulir membuat pertahanan Aisyah goyah. Ketika dia datang menjadi penengah di antara mereka tanpa pernah diduga, Aisyah kehilangan arah, semua langkah terasa salah, dan luka pun tidak lagi berdarah. Lalu, sebuah pertanyaan tercipta untuk nasibnya yang cukup malang. Wahai Aisyah, sang Humaira bagi suamimu, bagaimanakah keadaan hatimu? Tabahkan ia menghadapi dunia yang begitu menyiksa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines