RINDU (MEMORISE)

RINDU (MEMORISE)

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 6, 2018
Mengarungi sebuah masa lalu yang begitu membekas tak terpadankan, ketika dulu cinta menyapa dengan segala buncahan rasa bahagia lalu serasa jahanam ketika penantian menjadi penghujung pilu sebuah drama masa lalu. Di sana, tepat di mana Ikhsan berdiri adalah sebuah jurang yang menjerembab hingga melolong kan sebuah kedramatisan. Tak ingin tergugu, Aiza mendekat dan dia sudah terlalu jauh untuk menyadari jika takdir akan mempermainkannya untuk kesekian kalinya. Sanggupkah seorang gadis desa dengan paras anggun nan shalihah itu menggugah rasa terpendam yang bahkan pernah menjadi tumpuan hidupnya? . . Hope You Like It!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If It's You
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Qiyamah Senja-completed
  • Selembut Dhuha Menyapa (TERBIT)
  • Tasbih Pembawa Jodoh
  • Just Be Friend? [Completed]
  • ALUNAAIDAN(soon)
  • Bukan Istri Pilihan

Tak semua cinta harus dimiliki. Tak semua harap harus terpenuhi. Dan tak semua luka harus hilang untuk bisa bahagia. Nadhira mencintai Izzan dalam diam, sejak masa putih abu-abu. Cinta yang tumbuh tanpa suara, namun berdetak dalam tiap helaan napasnya. Hingga waktu dan takdir membawanya pada kenyataan: Izzan menikah, bukan dengannya. Dunia Nadhira runtuh, namun ia memilih untuk tetap berdiri. Perjalanan panjang menuju penerimaan, membuat Nadhira belajar bahwa ikhlas bukan berarti tak pernah menangis. Tapi tentang berdamai dengan diri sendiri, tentang menata hati meski tak ada pelukan yang menenangkan. Ia mulai menulis, mengajar, dan membangun ruang aman bagi banyak jiwa muda-sembari pelan-pelan menyembuhkan dirinya. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak berakhir dengan "memiliki", tapi dengan "menerima". Tentang seorang perempuan yang tak lagi menunggu bahagia dari seseorang, tapi menciptakan bahagianya sendiri bersama Allah. Dan ketika ia benar-benar siap, cinta akan datang bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai anugerah. Sebuah novel yang hangat, dalam, dan penuh perenungan untuk siapa saja yang pernah mencintai diam-diam-dan sedang belajar merelakan dengan tenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines