B(er)imbang

B(er)imbang

  • WpView
    Reads 238
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 22, 2019
Cover : Pinterest Setelah lulus SMA, gadis itu ingin menjalankan semua rancangan masa depan yang sudah ia susun sejak lama. Ia penasaran bagimana menghadapi dunia luar yang katanya kejam. Dia bukan anak seorang kaya raya yang genius. Ia hanya gadis biasa dengan otak sedikit diatas rata-rata. Kehilangan Ayah sejak masih kecil memaksanya hidup mandiri dan selalu berusaha melakukan segalanya seorang diri. Tapi ia tidak menyerah, apapun takdirnya selalu dijalani sebaik yang ia bisa. Dan lagi, takdir memaksanya memilih. Ia dijodohkan dengan seseorang yang tidak terduga. Ayolah, bahkan ia tak pernah berfikir kehidupannya akan jadi seperti ini. Haruskah ia menerima perjodohannya ? Atau mengabaikannya dan menjalani kehidupan sesuai rencana masa depanya ? Ini bukan cerita tentang perjodohan yang semula benci menjadi cinta, bukan pula perjodohan dengan perjanjian waktu tertentu. Tapi, tentang bagaimana kita menyikapi dan menghadapi permasalahan yang ada. Bagaimana mengambil keputusan dalam kondisi BIMBANG. Dan bagaimana bersikap agar semua BERIMBANG
All Rights Reserved
#423
coffee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secarik kertas usang
  • Better Days
  • Nedrian's Sibling [Book 3]
  • Mas Angga✔️
  • Dara Ajudan
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • MENDEKAP RINDU
  • Padam Nelangsa
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄

Aku mendamba pada sosok bidadari jelita yang amat kucinta, sekali lagi akupun mendamba pada malaikat rupawan yang selalu ada saat beban dipundak ini sangat berat. Kerinduan, yang amat dalam. Namun apa daya ini. Kerinduan hanya tinggal kerinduan. Aku pernah bertanya pada bulan ''apakah, disana kalian merindukanku? '' Ah sudah, jangan mendamba, ikhlaskan saja. Rindumu akan sampai dengan doa. Suara hati mengatakan demikian, baiklah aku akan memulai semuanya dengan ikhlas. Kebahagiaan, aku tak pernah tahu apa hakikat kebahagiaan itu yang sebenarnya? Dimulai dari kehilangan, kehilangan, dan kehilangan. Sampai lupa bagaimana rasa bahagia itu. Pada akhirnya, aku dapat melewati ini semua, karena aku tahu. Inilah salah satu caraNya untuk menjadikan kita manusia yang kuat dan tabah, karena dibalik kesedihan ada kamuflase kebahagiaan didalamnya dan begitupula sebaliknya. Detik ini aku kembali mengingat saat-saat bahagia itu. Bidadari jelita, dan malaikat rupawan yang kudamba dan kurindu. Serta dia yang membuat hari-hari di masa SMA ku berwarna, sehingga aku bisa sedikit merasakan kebahagiaan dan melepaskan sedikit rasa sakit dan kehilangan. Akankah dia akan selama nya membersamaiku? Akankah dia adalah yang paling baik menurutNya untukku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines