Cold Heart Baby!

Cold Heart Baby!

  • WpView
    LETTURE 62
  • WpVote
    Voti 4
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, ott 17, 2018
Freya Aqila Salim, berumur 20 tahun yang seharusnya mempunyai sifat Ceria, Ramah dan sangat Manja. Semua sifat itu sudah tidak akan ditemui lagi di dalam dirinya, Freya menjadi seorang yang sangat dingin, datar dan jarang sekali tersenyum. Freya hidup jauh dari keluarga yang ia cintai, mengenyam Pendidikan di Negri Asing. Sang Ayah yang sangat sedih melihat perubahan Putri sulungnya mengambil keputusan untuk membawa kembali Putri sulungnya dalam pengawasannya. Freya dipaksa Pulang oleh sang Ayah untuk menempuh pendidikan di Negara asalnya. "Persahabatan cuma omongkosong, mereka hanya membuat kita seperti orang bodoh, pada akhirnya mereka akan menusukmu dari belakang" -Freya Aqila Salim-
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • SKRIPSUIT  ✔
  • Dua Hati di Antara Kata
  • Hi, Pak Dosen!
  • ALBYAN (HIATUS)
  • 41 HARI
  • Nyanyian Burung di Ufuk Senja
  • MOANA AUDIA [ TERBIT ]
  • KISAH DI BALIK KESALAHAN
  • Mencintai Si Kutu Buku ( On Going )

{Completed/utuh/tamat} Fayka mau tak mau harus sering bertemu dengan Yasa karena memiliki dosen pembimbing yang sama. Berawal dari sesama kesengsaraan korban dospem, bagaimana jika Fayka mulai baper karena Yasa, yang mendapatkan predikat fakboi, terus bersikap manis padanya? *** Setelah empat tahun menempuh pendidikan di jurusan psikologi, Fayka seperti mahasiswa lainnya harus mengerjakan tugas akhir skripsi. Sialnya, Fayka mendapatkan dosen pembimbing yang killer dan membuat jantungnya tak keruan setiap akan melakukan bimbingan. Namun, penyebab jantungnya tak keruan bukan hanya dosen pembimbing. Yasa, sang kayak tingkat penyandang status fakboi kampus, mendapatkan dosen pembimbing yang sama dengan Fayka dan terus bersikap manis pada Fayka. Menolak rasa bapernya, Fayka mencoba memfokuskan diri pada skripsi yang harus diselesaikannya segara akibat tuntutan sang Ibu. Sayangnya, takdir tidak selalu berpihak pada Fayka untuk mempermudah jalannya menuju sidang. Lalu bagaimana dengan perasaan Fayka jika ketika badai menerjang hidup, Yasa adalah orang yang selalu hadir di sisinya?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti