Diantara Angin Dan Hujan

Diantara Angin Dan Hujan

  • WpView
    Reads 2,544
  • WpVote
    Votes 153
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 21, 2019
Tentang aku. Aku yang seperti sebuah debu. Debu yang bingung kemana ia akan pergi, ia terlalu lelah untuk terus berjalan bersama angin menghadapi takdir yang selalu tidak terduga. Juga debu yang terlalu sakit untuk terus terpaku pada masa lalu yang seperti hujan, ingatan-ingatan nya selalu datang tiba-tiba tanpa bertanya. Kenangan yang datang seperti tetesan air yang jatuh dari langit. Kecil, tapi banyak. Jatuhnya terlihat tenang, namun sebenarnya menusuk-nusuk. Sehingga aku terpaksa menyatu lagi dengan kenangan itu. Menunggu hingga tanah kembali mengering. Menunggu hingga matahari baru menyinariku, membantuku terlepas dari kenangan masa lalu yang lekat itu. Sehingga aku harus dihadapkan pada pilihan yang selalu tersulit, Memilih ikut bersama hempasan angin menemui takdir Tuhan? Atau tetap diam menunggu hujan membangkitkan kenangan masa lalu dan berharap semua bisa kembali ? Aku ada dalam 2 pilihan, diantara angin dan hujan. Manakah yang akan aku pilih ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Cahaya [COMPLETED]
  • 雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧)
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Behind After
  • Sederas Hujan
  • SALSA'S STORIES (Selesai)
  • (don't) Choose Me!!
  • Ares✔ [Proses Revisi]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines