Gashina
  • WpView
    Reads 223
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 19, 2018
*-GASHINA-* @@@ Katanya, cinta tumbuh karena terbiasa. Dan hal itu terjadi. Setiap mata kami bertemu, kurasakan detak jantungku terus berpacu dengan cepatnya. Diri ini mengira kalau ini hanya perasaan sementara. Namun tanpa kuduga, rasa ini semakin dalam karena diri ini terbiasa dengannya. Mungkin diri ini terbiasa mencintainya yang selama ini tidak disadari oleh diri ini. Metro, Lampung, 12-12-2016 --- Shazni tau. Harusnya ia menolak perintah Pak Hendra-guru olahraganya yang mengharuskannya terlibat dengan Artha yang jahil dan nyeselinnya setengah mati. Harusnya ia mau mengikuti alur pembelajaran Pak Hendra, agar ia tidak terlibat dengan Artha. Seharusnya, sih. Namun dibalik itu, ia juga harus berterima kasih pada Pak Hendra karena dengan baik nya ia mengenalkannya pada Artha. Karenanya, ia mengenal rasa rindu, cemburu, dan jatuh untuk ke sekian kali. Namun, ada saatnya ia membenci Pak Hendra karena menunjukkannya bukti janji palsu. Artha pun begitu. Setelah sekian lama, Artha baru menyadari kalau Shazni itu, Begitu CANTIK, - Jangan pergi, saat aku mulai terbiasa mencintaimu. Namun, pergilah saat aku mulai membiasakan diri untuk menutup perasaan ini padamu.-
All Rights Reserved
#147
lover
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Matahari
  • Aretha ✔
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • When? (On Going & Revisi)
  • ARDILA & DINAR
  • Penata Hati
  • Im Yours.
  • Trust Me
  • Saling menunggu atau hanya aku? (Dirombak)
Matahari

Aditya Baskara benci ketika mengingat acara bunuh dirinya yang tak jadi karena dipergoki oleh seorang gadis cacat kaki bernama Arunika Ahana. Terlebih lagi dengan ucapan sarkas gadis lemah itu. Setelah kejadian itu, Arunika masuk ke dalam daftar jajaran orang yang harus Baskara jauhi. Tapi di kemudian hari, Baskara dengan tak ada harga dirinya malah memohon Arunika untuk memeluknya ketika astraphobia-nya kambuh. Baskara agaknya sudah semakin gila ketika tanpa sadar tiap malam ia selalu rindu akan pelukan Arunika. Sehaus kasih sayang itu kah dirinya? "Itu air buat gue, 'kan?" "Bukan. Ini buat Arvi." "Arvi?" Baskara tersenyum kesal, menatap tajam Arunika. Dia menunduk mensejajarkan kepalanya dengan Arunika dan membawa tangan gadis itu menyentuh rahangnya. "Yang butuh perhatian itu gue, bukan Si Ingusan itu." "Kamu-!" "Gue haus, Aru-haus kasih sayang lo." 23. 08. 2024 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines