We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Almost (Completed✅)

Almost (Completed✅)

  • WpView
    Reads 207,645
  • WpVote
    Votes 2,111
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Dec 18, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Emang kita pernah kenal ya? Lo salah orang kali." "Lo beneran ga inget sama gue? Yaelah kalo gini jadinya, gue rugi selama ini bantu lo dong." "Gue ga inget apa-apa. Lebih baik lo pergi deh, percuma lo disini." "Oke, gue pergi." ♡♡♡ "Lihatlah bintang dan disitulah aku tersenyum." ~Putri Az-Zahhra Syauqi~ "Aku menemani bulan untuk menemukan bintang di setiap rakaat ku." ~Hasym Ahmad Firdauzi~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Syauqillah Syadzahra 2
  • Kupinang Kau Dengan Sholawat (END)
  • Surah Hafalan untuk Ustadz (TELAH TERBIT)
  • REMEMBER THAT ☑
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Cahaya Cinta Dari Surga √ (Sudah terbit)
  • TA'ARUF ✔
  • Autumn Talks
  • Faith and Love ✔️ Telah Terbit
  • Azzam [Republish]

Syadza menunduk, tak kuasa menatap mata kekasihnya yang sendu. Jari putih pucatnya tergerak mengusap rahang kokoh milik kekasih. "Dengarkan aku kali ini, aku yang akan bicara." kata Syadza sembari mengecup pipi Syauqi syahdu. Ia bergerak mundur, memposisikan matanya bertemu dengan mata Syauqi. "Sejauh apapun kekasih pergi, jangan pernah lupakan jika cintanya tetap tinggal dalam hati dan tak akan mati." kata Syadza lagi, kembali ia kecup mata kekasihnya untuk terakhir kali. "Dari dalam hati ini" Syadza membawa tangan Syauqi menyentuh dada bidangnya sendiri. "Tidak perlu takut dan ragu, karena jika kita mencintai maka jiwa tidak akan pernah takut untuk kehilangan kekasih hati. Kita hanya perlu mengasihi diri untuk menghangatkan jiwa tanpa hal-hal yang menyakitkan. Dan dengan itu, ia akan bertahan hidup dengan tawa kembali." "Mas," panggilnya. Ia tersenyum ketika melihat setetes air mata sengaja mengalir dari mata tajam kekasihnya. "Hakikat cinta itu untuk berbagi, dan aku tidak pernah menyalahkan kamu untuk semua ini. Aku ikhlas untuk berbagi karena Allah percaya kita bisa melalui semua ini,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines