DARI HATI KE HATI

DARI HATI KE HATI

  • WpView
    Reads 362
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 6, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Apa pun yang saya tulis pada kesempatan ini tidak usah dihiraukan. Baca saja kalau ingin membaca. Tinggalkan saja kalau tidak ingin membacanya. Kalau ingin diberikan kepada pacar silahkan saja berikan. Terserah kamu. Mau kamu bagikan terserah kamu saja. Pokok terserah kamu lah. Aku tidak peduli. Aku saja sekarang menulisnya dalam keadaan perasaan yang tidak menentu. Sudah bertahun-tahun ini aku ingin menulis. Tetapi gagal mulu. Seperti enggak dari hati. Seperti pacar, kalau pacar itu milik orang lain, enggak asyik. Memuakkan. Aku sungguh bosan. Dan aku sampai pada titik bosan. Otak aku mumet. Benar-benar mumet. Aku menulis dan gagal, merasa itu bukan aku. Sekarang aku menulis lagi. Terserah kamu saja menilainya. Aku enggak peduli. Urusanmu lah mau mengurus tulisan aku. Urusan aku menuangkan kepadamu apa yang menyumbat-nyumbat isi kepala aku. Oh ya kalau kamu menamakan ini novel terserah kamu. Kalau kamu bilang ini tulisan yang tidak tahu tentang apa, terserah kamu saja. Pokoknya aku enggak mau mengurusi isi pikiranmu. Ah, aku ngomong apa ini. Biar panjang saja pembuka. Biar pula tidak aku edit-edit. Bosan aku edit mulu. Enggak selesai mulu. Ah, sudah ya. Kita lanjutkan saja ya, tulisannya. Terserah mau jadi apa nantik. Lihat saja. Pokoknya.
All Rights Reserved
#71
perempuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inquilab (Complete ✅)
  • Transmigrated as Male Lead's First wife
  • 𝐖𝐑𝐈𝐓𝐓𝐄𝐍 𝐈𝐍 𝐓𝐇𝐄 𝐒𝐓𝐀𝐑𝐒 (#Duet 01)
  • It Fit || KTH ff ||✔
  • Abadi Mohabbat ✓
  • 𝐒𝐇𝐈𝐃𝐃𝐀𝐓

"Just tell me that it was all a misunderstanding!" Unhone dard bhari awaz mein pucha, aur bebasi unki awaz mein saf sunai de rahi thi jisne mera dil kachod kar rakh diya. "Please, I am begging you." Yeh alfaaz jaise teeron ki tarah seedha dil ke paar ho gaye. Unki awaaz ki dard bhari kapkapahat, unki aankhon ki nami, aur woh bebasi jo unke har shabd ke saath aur gehri hoti ja rahi thi-sab kuch mujhe tod raha tha. Meri saanson ki raftaar tez ho gayi. Maine apni aankhein band kar li, jaise agar maine unki taraf dekha toh apne jazbaat par kabu na rakh paungi. Lekin meri chup, meri khamoshi, unke sawalon ka jawab de chuki thi. Aur shayad yehi jawab unke dil ko sabse zyada chot pahuncha gaya. Ek lamba sannata chha gaya. Main bas unki saans lene ki awaz sun sakti thi-tez, bechain, aur dukh se bhari hui. "Was that all a lie?" Unki awaaz ab ek kanpate hue ilzaam ki tarah lagi. "Did you never love me? Not even for a moment?" Meri ungliyan meri dupatte ko bechaini se muthhi mein jakkar rakhne lagi. Main unse aankhein nahi mila paayi. Phir unhone woh shabd kahe jo mujhe meri hi nazron mein gira gaye. "Was this marriage also a part of your plan?" Ab ki baar, unki awaaz mein sirf dukh nahi, ek toot chuki rooh ki goonj thi. Jaise har umeed, har yakeen, har pyaar ek pal mein bikhar gaya ho.

More details
WpActionLinkContent Guidelines