Cinderella Merah Jambu

Cinderella Merah Jambu

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 23, 2018
"Loh, cinderella merah jambu?" kata laki-laki itu saat kaget melihatku, dia terlihat gusar dan menutup mulutnya dengan satu tangan setelah berkata begitu. Entah siapa dia, aku juga tidak mengenalnya. Kenapa dia memanggilku begitu? Kenapa dia kaget melihatku? Apa dia? Entah siapa dia, tapi yang pasti sejak pertemuan tak sengajaku dengannya di acara meeting kantor dan sejak dia memanggilku begitu, hidupku berubah. Hidupku yang semula sempurna jadi hancur berantakan. Dan parahnya aku tak pernah bertemu dengannya lagi. Siapa dia? Kenapa ini terjadi padaku? Apa dia penyihir? Aku seperti terkena kutukan. Oh Tuhan...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Garis Waktu
  • Yang Tak Dapat Kuhindari
  • My Best Mate
  • Someday
  • Tidak Ada Pernikahan Cinderella
  • Jay, I Love You [ TERBIT ]
  • Sweet Disaster
  • Kawin Kontrak (21+) End
  • Loving You

Keheningan sesaat dalam kamar hotel mewah tetsebut. Yang ada hanyalah desah nafas dua insan yang telah usai mendaki puncak dari kenikmatan dunia. Pakaian mereka masih utuh dan lengkap tapi dua bagian tubuh mereka telah menyatu. Chika perlahan berdiri dari tubuh Renra. Ia merapikan celana dalamnya. Dan melihat Renra yang masih berusaha mengatur nafasnya. "Itu sebagai pengingat buat lo Ren. Gue adalah Lonte. Sampai kapan pun, meski gue udah berhenti. Orang akan tetap menganggap gue lonte. Gue cuma nggak mau ngerusak nama baik lu, nama baik keluarga lu. Akan banyak badai yang harus kita hadapi andai lu sama gue. Dan gue nggak siap buat itu. Lo masih banyak pilihan untuk hidup lo. Dan pilihan itu bukan gue. Tapi, kalau lo ngebutuhin gue. Lo masih nyimpan nomor gue." Setelah mengambil tas dan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas jinjingnya. Chika pun pergi meninggalkan Renra yang masih setengah sadar. Mata sayunya hampir saja tertutup menerima kenikmatan membahana yang diberikan Chika. "Chi. . Chi. . Chi. . " Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan tangan yang mencoba menggapai. *** Cerita tentang anak-anak manusia yang mencoba menemukan arti cinta sejati. Didalam pekat dan kelamnya kehidupan mereka. Cinta adalah memilih. Apakah itu tentang materi, status sosial, atau sekedar rupa wajah. Biarlah hati yang menentukan. Cerita ini mengandung unsur dewasa. Tapi, percayalah itu hanya bumbu penyedap. Bagai minum kopi, tanpa suara hujan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines