Cinderella Merah Jambu

Cinderella Merah Jambu

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 23, 2018
"Loh, cinderella merah jambu?" kata laki-laki itu saat kaget melihatku, dia terlihat gusar dan menutup mulutnya dengan satu tangan setelah berkata begitu. Entah siapa dia, aku juga tidak mengenalnya. Kenapa dia memanggilku begitu? Kenapa dia kaget melihatku? Apa dia? Entah siapa dia, tapi yang pasti sejak pertemuan tak sengajaku dengannya di acara meeting kantor dan sejak dia memanggilku begitu, hidupku berubah. Hidupku yang semula sempurna jadi hancur berantakan. Dan parahnya aku tak pernah bertemu dengannya lagi. Siapa dia? Kenapa ini terjadi padaku? Apa dia penyihir? Aku seperti terkena kutukan. Oh Tuhan...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • Sweet Disaster
  • Yang Tak Dapat Kuhindari
  • Angkasa #1 Unstoppable Love Series
  • Gone.  Last Love
  • Jay, I Love You [ TERBIT ]
  • Kutukan Cinta; Turn On (TAMAT)
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Loving You
  • Cinta untuk Lluvia

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines