Love Race (REVISI)

Love Race (REVISI)

  • WpView
    Reads 1,479
  • WpVote
    Votes 326
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 31, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Itu cewek lo?" tanya salah satu teman Dirga. Dirga melirik kearah temannya dan kembali menghisap rokok yang diapegang. "Iya." "Keliatanya Akrab banget sama grombolanya si Andre." Dirga berdiri, membuang sisa batang rokok yang dia pegang dan menginjaknya. "mereka sahabatan sama cewek gue." Setelah mendengar jawaban Dirga cowok itu mwngerutkan keningnya, seakan ada sejuta pertanyaan di dalam otaknya. "Jangan bilang diaa...." Dirga tersenyum. "yang ngalahin gue waktu itu?? Iya memang dia orangnya.." Cowok itu mengeleng gelengkan kepalanya dan satu tanganya terarah menepuk pundak Dirga. "Gila gilaa, gagal naklukin dia di jalan tapi dapat naklukin dia di hatinya." dia bertepuk tangan sambil memasang wajah salut kepada Dirga. "Hebat lo ga!" Dirga tersenyum simpul menanggapinya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • THE CLIMB [Completed]
  • Cowok cuek dan Cewek jutek (SELESAI) [PROSES REVISI]
  • Gue Jadi Istri Muda ?
  • Arsyilazka
  • Because I'm Stupid (End)
  • LAUREN
  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Cool BadBoy(proses Revisi)

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines