Karunia Penglihatan

Karunia Penglihatan

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 7, 2018
Nia, seorang gadis yg memiliki penglihatan yg tidak biasa. Dia bisa melihat makhluk gaib tapi hanya dengan melirik dan dia juga merasakan energi dari makhluk makhluk tersebut.
All Rights Reserved
#175
thiler
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak
  • SANG TRISILA
  • Mantra Penghancur Moral
  • Rahasia di Balik Bayangan  [ Tamat]
  • Telepon Benang
  • Nightmare Diary
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • Harmoni Cahaya dan Kegelapan (Violina)
  • 💫Three Stars Divided 💫
  • MEREKA TERUSIK

PROLOG - GUNUNG SALAK Malam itu, angin dingin berembus perlahan di puncak Gunung Salak, membawa bisikan halus yang terdengar seperti suara-suara dari masa lalu. Langit dipenuhi awan pekat, menyisakan sedikit celah bagi rembulan untuk mengintip ke dunia. Di kejauhan, suara burung hantu terdengar sayup, bercampur dengan gemerisik dedaunan yang tertiup angin. Suasana terasa begitu sunyi, tetapi ada sesuatu di udara-sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa, sesuatu yang mengawasi. Gunung Salak bukan sekadar gunung biasa. Di balik keindahan dan mistisnya, tersimpan rahasia yang hanya diketahui oleh segelintir orang. Legenda tentang kerajaan gaib, makhluk-makhluk yang bersemayam di dalamnya, serta cerita-cerita pendaki yang hilang tanpa jejak, semuanya menjadi bagian dari kisah yang tak pernah selesai. Di sinilah perjalanan Ardan dan kelompoknya dimulai. Sebuah pendakian yang seharusnya hanya tentang keindahan alam, tetapi berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Tanpa mereka sadari, mereka telah melangkah ke dalam wilayah yang bukan milik manusia. Dan sekali seseorang memasuki dunia yang tak kasat mata... sulit untuk keluar tanpa kehilangan sesuatu. Malam itu, ketika langkah pertama mereka menyentuh tanah Gunung Salak, takdir mereka telah berubah selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines