Teruntuk Hamba Allah [END]

Teruntuk Hamba Allah [END]

  • WpView
    Reads 294,437
  • WpVote
    Votes 16,027
  • WpPart
    Parts 62
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 13, 2022
Pertemuan pertama dengan seorang pilot membuat hidupku berada di titik kebimbangan. Aku tidak tahu, apakah ini definisi cinta? Mencintai Allah adalah setinggi-tingginya cinta. Maka, cintai Allah sebelum menambatkan hati kepada hamba-Nya. Karena jodoh bukan soal siapa cepat dia dapat. Tetapi jika Allah sudah menetapkan orang yang tepat, datanglah jodoh di waktu yang cepat juga. Bagiku, pernikahan bukan suatu perkara yang mudah. Meluruskan niat hati bahwa menikah adalah sunnah Rasulullah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Menikah bukan hanya jalan kebaikan di dunia, melainkan juga di akhirat. Karena menikah memiliki koridor syari'at yang harus dijaga untuk mempertahankan keberkahan agar kekal cinta di dalamnya. Tetapi, pengkhianatan datang. Mengikis rasa percaya yang terlimpahkan. Mungkinkah masih bisa bertahan? ***** Jika jatuh cinta adalah syarat, maka patah hati adalah resiko. Dari hamba Allah, untuk hamba-Nya. Maaf banget kalau banyak typo😭
All Rights Reserved
#968
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Takdirnya
  • WEDLOCK [END]
  • Masya Allah Zaujati || Cinta Dalam Doa [ END ]
  • Our Love Story
  • Astagfirullah, Husband! [RE-UPLOAD]
  • Masjid Agung Kiai Ma'sum
  • STAY WITH ME |END|✓
  • Jodohku Dosen Menyebalkan ✓-New Account- (TAHAP REVISI)
  • Jodoh Terbaik [TERBIT]
  • Penghujung Cintaku | Cinta Tapi Diam Series 2 [END]

Harfiahnya, pernikahan adalah penyatuan dua mahkluk bernama laki-laki dan perempuan. Sesuai takdir-Nya. Sesuai jodoh yang ditulis dalam buku rahasia dan hanya Allah yang tahu susunannya. Seperti kata Abi, jodoh itu cerminan diri. Jika saya baik, jodoh yang singgah juga baik. Jika saya tidak baik, jodoh yang berlabuh juga tidak baik. Saya bukan perempuan istimewa, hanya putri Abi dan ummi yang masih suka menyusahkan mereka. Dan terus merengek ketika apa yang saya inginkan tidak dituruti. Namun, bersamanya saya belajar menjadi perempuan yang bisa diandalkan. Berupaya menjadi perempuan yang mampu menjaga kehormatannya dan ingin diingat sebagai perempuan yang senantiasa melampiahinya dengan cinta. Karena saya adalah istri yang dituntun nya untuk meraih Jannah, bersama. *** Aisyah Nur Syifa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines