Cecilia (COMPLETED)

Cecilia (COMPLETED)

  • WpView
    Reads 100,334
  • WpVote
    Votes 4,272
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 12, 2019
"Jadi cewek tuh jangan keras kepala bisa gak?! Pikirin kesehatan diri lo sendiri! " -Darel Zidan "Cewe tuh seharusnya di perlakukan dengan lembut. Tapi khusus buat lo, itu sebuah pengecualian bagi gue!" -Vino Pranandra "Lo semua gak tau apa-apa tentang gue. Jangan ikut campur urusan gue! Gue bahkan gak peduli kalau mereka slalu nyiksa gue. Pokoknya kalian gak ada urusan apa pun sama gue! Jauh-jauh dari gue!" -Cecilia Lisyazar Lambat laun semua nya berubah. Tidak ada kata-kata dingin dan kasar. Semua berubah menjadi begitu menyenangkan. Tapi tetap saja ada yang kurang bagi Cecilia. Keluarganya. Bagaimana dengan keadaan keluarganya? Highest Rank #77 remaja out of 21k stories #14 sedih out of 3.7k stories #70 sad out of 11.9k stories Hai guys!🙌 Aku comeback dengan cerita yang baru lagi nih. Aku mau bilang, kalau cerita kali ini, tidak terlalu persis dengan deskripsinya. Karena jujur aja aku bingung sebenarnya mau buat deskripsi gimana lagi. So, baca aja dan ikuti alurnya ya sayang :) Jangan lupa vote and coment guys!👌👋
All Rights Reserved
#978
life
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Remember Me (TERBIT)
  • Devaul • completed
  • Yarrow [SELESAI]
  • SELF LOVE
  • Let Me Love You Longer
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • STORY KEISHA (TAMAT)

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines