Why?
  • WpView
    Reads 8,442
  • WpVote
    Votes 519
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 3, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Mengapa kita dipertemukan jika hanya untuk dipisahkan?" Kalimat itu selalu bergaung ditelingaku. Selalu membuatku ingin bertanya dan bertanya. Tapi pada siapa? Rasa sesak kembali menyeruak didalam dadaku. Terasa sangat menyakitkan bila mengingat kenangan pilu tersebut. Ingin menyalahkan keadaan tapi tak ada gunanya. Apakah semua kenangan yang telah kita ukir akan berakhir begitu saja?
All Rights Reserved
#4
rega
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANARAN
  • Tentang Adhena (Complete√)
  • SERAGA (Completed)
  • Regaska (Completed)
  • Only You [Slow Update]
  • Kevyra (END)
  • SADEWA ✔️
  • Bintang Tersembunyi(COMPLETED✔)
  • R² [COMPLETED'REVISI]
  • Nerd Faltsua
ANARAN

Hari ini Ara sedang berada di perpustakaan bersama Nanta disampingnya yang terus saja kesal dengan tingkah laku Ara, Mengapa ia bisa menemui perempuan dengan spesies seperti Ara ini? " Nanta? Baca buku apa? " " Ara juga mau baca dong, Boleh? " " Judulnya itu apa bukunya? " " Emang Nanta gak cape liat rumus kaya gitu? " " Ara aja cape ngeliatnya " " Kok Ara dicuekin sih sama Nanta, Nanta ngomong dong. " Begitulah celotehan Ara yang membuat Nanta naik pitam, Ia sudah jengah dengan ocehan tidak jelas dari mulut Ara. " LO! LO BISA GAK SIH, GAK USAH GANGGU GUE SEHARI, LO TUH SAMA AJA KAYA CEWEK MURAHAN DI LUAR SANA YANG NGEJAR NGEJAR COWOK YANG JELAS GAK SUKA SAMA LO!! SEKARANG LO PERGI DARI SINI!!! DASAR BITCH " Bentak Nanta membuat petugas dan murid di perpustakaan menatap ke arah Ara dan Nanta. " Nanta? Setiap kata kata yang keluar dari mulut Nanta sebenarnya bikin hati Ara sakit, Tapi... Sekarang ucapan Nanta bener bener bikin hati Ara lebih sakit dari sebelumnya, Maaf kalau Ara ganggu Nanta. Sekarang Ara kecewa sama Nanta yang udah permaluin Ara disini. " Setelah mengucapkan itu Ara pergi dari perpustakaan dengan air mata yang menetes dan jalan yang masih sedikit pincang. © Adilla Basyarah

More details
WpActionLinkContent Guidelines