Aku Dan Hijrahku (END)

Aku Dan Hijrahku (END)

  • WpView
    Reads 2,034
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 31, 2018
Hidayah itu milik Allah. Dia beri kepada mereka yang mencari. Jika dia ada orang lain yang mencelamu, senyumlah. Katakan pada diri sendiri "Aku berubah karena Allah, bukan karena manusia". Hidayah itu ibarat cahaya, ia tidak akan menyapa kamar yang tidak dibuka jendelanya, dan untukku hidayah itu adalah Cinta. Bentuk kecintan Allah Ta'ala kepada hamba-Nya, yang bisa Dia berikan kapan saja, kepada siapa saja, dimana saja, dan dengan cara yang luar biasa yang Dia kehendaki, tentunya yang telah diatur sedemikian sempurna atas kuasa-Nya.
All Rights Reserved
#789
allah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PORTRAIT ☑
  • MAS WILDAN [END]
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Temani Jalanku Menuju Jannah-Nya
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • SEGITIGA CINTA
  • JODOH PILIHAN ABI (revisi Tulis Ulang)

Peniel mendekat, ia memegang kedua bahu kecil Zahra dan menyiratkan penuh tanda tanya,"kau baik-baik saja? Zahra, apa kau marah karena kameramu?". Tak ada balasan, gadis itu hanya tertunduk dan terisak,"Zahra, katakan padaku, ada apa? Hmm?" Kasar, Zahra menepis lelaki itu,"aku tidak baik-baik saja! Ini sangat sakit... semuanya semakin menyakitkan... kupikir... kupikir... jika mengabaikannya akan baik-baik saja tapi bukannya menghilang justru semakin dalam..." dia menangis keras di depan Peniel, ucapan yang terdengar seperti curahan hati dan penuh kekesalan itu membuat Peniel tertunduk. "Nado..." dia kemudian mendongakkan kepala dan menajamkam matanya,"setiap hari aku tersiksa karena merindukanmu. Aku ingin berkata jika menyukaimu tapi... aku hanya dapat diam karena perbedaan kita. Aku selalu ingin tahu apa yang kau makan, bagaimana tidurmu, dan apa kau bahagia setiap waktu..." Selangkah lebih maju, dia kembali memegang kedua pundak Zahra,"ma'af... tapi aku menyukaimu. Jangan memintaku menjauh," Saya: iya, Bang. Dedek gakkan' menjauh...." peluk Peniel. 😂😂😂 itu bahasa saya. Gimana menurut ceritanya? Bwhahaaaa liat aja sendiri. Bhaks!!! Wkwkwwk....

More details
WpActionLinkContent Guidelines