SEHELAI ILUSI

SEHELAI ILUSI

  • WpView
    Reads 771
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Apakah sebuah ilusi bahagia tercipta karena hari yang indah? Bukan, bukan karena hari ini indah kamu bahagia. Tapi karena kamu bahagia hari-harimu pun menjadi indah. Kamu akan mengetahuinya nanti, bukan sekarang. Karena yang harus kamu lakukan sekarang adalah tersenyum. Iya. Agar kamu bahagia begitu juga dengan orang yang ada di samping mu. Ilusi? Sesuatu yang hanya dalam angan-angan. Ketika aku mulai mencari tahu tentang mu. Ternyata semata-mata ilusi itu bigair dirimu. Iya, melainkan dirimu. Tapi, aku tak bisa patah semangat. Sehelai ilusi pasti punya kenyataan. Meskipun tak selaras. Setidaknya aku tahu bahwa ilusi bahagia itu ada. "Be the reason someone smiles today" -Siapakah someone itu?-
All Rights Reserved
#343
motivation
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Refleksi
  • A Secret Smile (TAMAT)
  • [END] Blind Rainbow
  • DENTING  [Revisi]
  • Aku Takut Dicintai
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • My Life : Fragments Of The Story (✓)
  • Bukan Salah Jodoh [Completed✔]
  • Dear, diary
Refleksi

Apa itu cinta? Cinta bisa berarti banyak hal. cinta kepada keluarga, kepada sahabat, kepada seseorang yang berharga, dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jika cinta itu muncul bukan karena seseorang, melainkan karena diri sendiri? Atau lebih tepatnya... karena membenci diri sendiri? Azrel terjebak dalam perasaan yang tak bisa ia jelaskan. Ia melihat sesuatu dalam diri Elki sesuatu yang familiar, sesuatu yang ia inginkan, sesuatu yang ia harapkan. Tapi semakin dalam ia mencari jawaban, semakin nyata kebenaran yang tak ingin ia hadapi. Lalu, jika cinta hanyalah refleksi... apakah ia benar-benar nyata? Refleksi mengisahkan perjalanan batin seorang remaja, Azrel, yang bersekolah di sebuah asrama. Azrel, yang terlihat tenang dan introvert, mulai terjebak dalam konflik emosional dan pikiran yang tak terpecahkan setelah berinteraksi lebih dekat dengan temannya, seorang anak yang ceria dan penuh energi. Seiring berjalannya waktu, Azrel menyadari bahwa dirinya terperangkap dalam ilusi yang dia ciptakan, yaitu menganggap dirinya mencintainya, padahal yang dia rasakan hanyalah cermin dari dirinya sendiri. Novel ini berfokus pada pencarian jati diri, konflik batin, dan pencapaian kesadaran diri yang mendalam, mengungkap bagaimana harapan dan kenyataan bisa saling bertabrakan dalam kehidupan seorang remaja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines