Sleeping Beauty Doesn't Wake Up

Sleeping Beauty Doesn't Wake Up

  • WpView
    Dibaca 114
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Okt 17, 2018
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Pernahkah seseorang berpikir mengapa penyihir melakukan hal-hal keji kepada putri tidur? Mengapa penyihir mengutuk sang putri? Pernahkah terlintas di pikiran siapakah dalang sebenarnya yang ada? Yang menghasut sang penyihir hingga mengutuk sang putri? Cemburu buta, hawa nafsu, keangkuhan, keserakahan, kerakusan, amarah membara, kemalasan. Tak ada yang memperhatikan mereka. Sloth, Greed, Vanity, Wrath, Envy, Lust, Gluttony. Merekalah dalang atas perbuatan dosa kita. The Seven Deadly Sins - Tujuh Dosa Mematikan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#29
beauty
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Somewhen to be Forgotten
  • Story of Evil
  • Mahkota Phoenix: Awal Dari Permulaan S1|End (Revisi)
  • Young Lady, Helene Morgan [END]
  • The Blood of Rosenveil
  • THE SEVENTH BLOODLINE
  • A Heart for A Heart
  • The Miracle Of Crystals
  • Villainess Illusion [HIATUS]

Dunia akan berakhir dalam satu dasawarsa. Setelah kutukan dewata mencabut ingatan akan sihir mahaguna lima tahun lalu, selanjutnya sihir itu sendiri yang akan direnggut dari jiwa manusia, menyisakan raga tak bernyawa akibat dosa yang bahkan tak diingat siapa-siapa. Rheas tidak peduli. Dia penyihir--yang disebut liar dan wajar untuk dimutilasi sampai mati demi menemukan kembali rahasia sihir. Rheas beruntung tubuhnya masih utuh karena hukumannya hanyalah mengabdi pada seorang pangeran penuh air mata bertemankan seorang kesatria separuh nyawa. Bertiga, merekalah anak-anak laknat yang tak diinginkan dunia di ambang kiamat. Semua begitu sempurna dan sederhana. Sampai kedua pemuda itu diramalkan untuk mati sebagai persembahan kutukan. Oh, andaikata seisi dunia adalah harga untuk keselamatan kedua sahabatnya, Rheas akan membayarnya dengan senang hati, tetapi harga yang sebenarnya adalah keharusan menyelamatkan dunia itu sendiri--yang tidak dipedulikan Rheas sama sekali. Berpura-pura peduli bukan masalah berarti, atau Rheas saja yang belum menyadari. Kepalsuan itu akan membutakannya dari kutukan yang lebih keji, yang telah lama menanti. Yang akan membunuh sesuatu di dalam dirinya sekali lagi. [Book 1 of Somethingness Duology] [QuietUs (2022) Rewrite]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan