Hai. Jingga?

Hai. Jingga?

  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 25, 2019
Jangan tanyakan ia kepadaku. Jika hadirnya saja tidak dapat lagi terdeteksi oleh ku. Tanyakan saja pada matahari yang tau pasti kapan jingga akan menjelma. Jika jingga datang bersama mata hangat itu, maka beritahu aku. Aku sore, yang selalu rindu dengan jinggaku. jika jinggaku hadir lagi Akan ku sapa dengan hangat ia. Hai. Jingga? . . . Selamat datang untuk menemani sore lagi. • Sebuah kumpulan puisi tentang seseorang yang pernah rindu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah Akala
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • The One That Got Away
  • Cinta Berbalut Puisi
  • SUNFLOWER
  • JINGGA
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • TAK SEINDAH JINGGA
  • ROMANSA KATA
  • Nasihat dalam Puisi

Sederhana saja, ini bukan kisah pahlawan atau dongeng penuh bahagia. Ini tentang Akala Mannaf Kanagara-anak yang tak pernah diinginkan, hidup di rumah yang seharusnya jadi tempat pulang, tapi lebih sering terasa seperti neraka yang berwujud elegan. Ini tentang rasa yang harus abadi dalam bait aksara, tentang asmaraloka yang menjadi melankolia, dan tentang harsa yang harus menjadi lara. tentang Akala, yang hidup karena dunia belum memberinya pilihan untuk mati. "Mati. Aku hanya ingin mati!" Sebaris kalimat yang selalu di lontarkan dalam benaknya. . . . . . . . . . "Apa salah saya ma?" "Salah kamu karena telah lahir ke dunia ini" "Saya tidak pernah meminta di lahirkan, dan saya juga tidak pernah mau untuk di lahirkan. Bahkan kalian tidak pernah menganggap saya hadir di dunia ini" *** "saya suka sama kamu" "tapi kita beda keyakinan, kala" "saya tidak peduli, tuhan itu satu" "tuhan memang satu, kala. tapi, kita yang berbeda" *** "jangan pernah sakit lagi, kal. jangan tinggalin kita" "apa peduli lo semua?!" *** "lo sudah bahagia kan?" "bahagia lo membuat kita sadar kalau ternyata selama ini kita salah menyia-nyiakan sahabat sebaik lo" *** "selamat tidur, matahari ku" Copyright'' allovareyy_ 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines