Death Line

Death Line

  • WpView
    Reads 45,880
  • WpVote
    Votes 3,051
  • WpPart
    Parts 68
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 29, 2022
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
. . . [15+] . . . Hidupnya abu-abu. Itulah yang ia sadari sejak dulu. Dan tidak akan berubah, entah sampai kapan. Karena ia memang tak menginginkan perubahan, dan membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Namun tiba-tiba saja, ia mendapati jalan baru. Sebuah jalan yang aneh menurutnya. Jalan yang membawanya pada sebuah lingkaran yang membuatnya tak bisa kembali. Sebuah lingkaran, dengan garis-garis kematian di segala sisinya. Apa yang harus ia lakukan? . . . - Rhine - Spin off ' Another Half' Atau Side story? Gak tau, deh. ^_^
All Rights Reserved
#359
detektif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Founders of justice
  • Raine Van De Hunter's
  • I'm a Drama‼️
  • ✨✨  PENJAGA CAHAYA  ✨✨
  • Recurring Abyss | Volume 0
  • Brave Alone
  • Irene's Mission!
  • THE ANGVILS [ON GOING]
  • Transmigrasi Arion Barendra [Hiatus]
  • ALXERO

Sae, seorang sniper muda berbakat dan pewaris keluarga konglomerat, memilih jalan yang tak diinginkan orang tuanya: menjadi polisi. demi impiannya, ia bergabung dalam tim khusus di Kota Baru dan langsung terlibat dalam misi berbahaya-penyelamatan putra menteri dari aksi penyanderaan yang rumit dan penuh tipu daya. Namun, bukan hanya kasus yang membingungkan. Salah satu rekannya, Noah-sang ketua tim yang dijuluki "Pedang Iblis"-menjadi teka-teki tersendiri. Tenang, dingin, dan nyaris tak tersentuh emosi, Noah menyimpan masa lalu gelap dan prinsip keadilan yang bisa berbahaya jika disentuh. Saat kasus baru muncul-kematian seorang mahasiswa yang terlihat seperti bunuh diri-Sae harus menavigasi jalan penuh intrik, konflik antaranggota tim, dan rahasia yang mulai terungkap. Dalam diamnya, Noah mengajukan pertanyaan tajam yang mengguncang keyakinan Sae, memaksanya bertanya: sampai sejauh mana seseorang bisa membedakan keadilan dari pembalasan? Di tengah penyamaran, interogasi, dan langkah kaki di malam kota, Sae perlahan belajar-bahwa menjadi polisi bukan hanya soal menangkap pelaku... tapi juga soal bertahan untuk tidak kehilangan diri sendiri di antara abu-abu moral dan luka yang tak terlihat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines