Bloody Love

Bloody Love

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Sat, Nov 28, 2020
Orang-orang itu tahu akan banyak hal, mendengar lebih banyak, bahkan melihat lebih tajam. Tapi sayangnya orang-orang itu bisu, telinga mereka menuli dalam waktu satu detik. Dasar penonton. Tidak, bukankah aku bagian dari mereka. Aku buta dan tuli meski aku tahu sebanyak orang-orang itu tahu tentangnya. Aku melihatnya, mendengar dengan jelas jeritan minta tolongnya yang terdengar memekakkan telinga. Aku melihatnya, surainya yang berwarna jelaga melambai, jari-jari lentik yang dilumuri darah tak kasat mata itu menyapu udara untuk meraih sesuatu yang tak bisa dilihat siapapun. Aku adalah bagian dari mereka, para penonton. Dan aku benci mengakui hal itu.
All Rights Reserved
#388
monster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • HOME FOR WOUNDS
  • Promise or Leave
  • Kalevi
  • coretan cahaya
  • Blood [END]
  • Benalu [Terbit]
  • EVIDEN (Republish)
  • HIDDEN I (The End)

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines