Bloody Love

Bloody Love

  • WpView
    Membaca 189
  • WpVote
    Vote 37
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadLengkap Sab, Nov 28, 2020
Orang-orang itu tahu akan banyak hal, mendengar lebih banyak, bahkan melihat lebih tajam. Tapi sayangnya orang-orang itu bisu, telinga mereka menuli dalam waktu satu detik. Dasar penonton. Tidak, bukankah aku bagian dari mereka. Aku buta dan tuli meski aku tahu sebanyak orang-orang itu tahu tentangnya. Aku melihatnya, mendengar dengan jelas jeritan minta tolongnya yang terdengar memekakkan telinga. Aku melihatnya, surainya yang berwarna jelaga melambai, jari-jari lentik yang dilumuri darah tak kasat mata itu menyapu udara untuk meraih sesuatu yang tak bisa dilihat siapapun. Aku adalah bagian dari mereka, para penonton. Dan aku benci mengakui hal itu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#527
luka
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Benalu [Terbit]
  • HIDDEN I (The End)
  • Surat Kertas Merah  ✔️
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • EVIDEN (Republish)
  • ANJA [END]
  • HOME FOR WOUNDS
  • Dibalik Tawa
  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan