Ujung Senja

Ujung Senja

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Oct 9, 2018
Damayanti, penghuni pulau kecil di Utara Selat Banten. Sembari duduk di dermaga pantai, sedikit demi sedikit air matanya menetes. Ia mendapat kabar buruk atas bencana yang menimpa tanah kelahiran Ambo Lalo, lelaki yang ia tunggu kedatangannya. Kabar buruk ini ia terima dari para nelayan yang baru saja pulang melaut. . "Pulau di timur sana, terkena Tsunami," seru seorang nelayan. . Tidak ada akses informasi yang baik di pulaunya tinggal, Damayanti hanya bisa diam tertegun dengan kabar berita itu. Kisahnya bersama Ambo Lalo, sebenarnya belum dimulai. Hanya saja, pertemuan singkat kala itu, meninggalkan harapan di hati gadis berselendang kain kepala ini. Ambo Lalo adalah seorang prajurit muda yang pernah ditugaskan untuk datang ke tempat Damayanti tinggal, saat daerahnya terkena wabah penyakit.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gotta Be You
  • DI AMBANG PERPISAHAN
  • untuk damai
  • OBOR PITU
  • Suck It and See (Complete)
  • TEMPAT TEDUH ANINDHITA
  • Tenang dalam pelukan laut
  • Ruang ; Kursi dan jendela

Surat-surat tak pernah diterima, jarak yang membentang, dan seberkas cahaya senja yang rebah di cakrawala. Bagi Bathara, hidup harus berjalan sebagaimana mestinya: meskipun kehilangan orang yang paling dicintai memang tak memiliki penawar. Ia mengerti, bahwa tak ada seseorang pun yang benar-benar sembuh dari luka. Hingga pada akhirnya, ia menerima dirinya-menerima bahwa segalanya tak akan kembali seperti sedia kala. Bagi Nakula, ia percaya bahwa setiap mimpi akan terwujud. Satu impian yang selalu disemogakan. Bangunan rumah di tepi pantai, dekat dengan mercusuar. Berhadapan langsung dengan konstelasi bintang yang membentuk peta langit. Cukup diisi berdua. Sederhana, hangat, dan nyaman. Waktu yang bergulir, raga yang tak mampu lagi didekap, dan permohonan maaf yang menunggu untuk dituntaskan. Dari Yogyakarta, sepotong kisah cinta bergulir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines