Penulis cantik yang mempunyai mimpi menjadi seorang Interior design ternama. Bukan hanya sukses di bidang yang ia harapkan, Melainkan mempunyai banyak bekal untuk menuju syurga-nya Allah. Dengan cara menyempurnakan sunnah Baginda Nabi salah satunya dengan mempunyai pendamping dalam hidup. Begitupun dengan Ayana yang selalu ingin melepaskan luka di hatinya, kehadiran seorang laki-laki yang pernah singgah di hati kecilnya. Laki-laki yang dia anggap sebagai Imam nya ternyata telah di jodohkan dengan wanita pilihan orang tuanya.
Hal ini lah yang membuat Ayana ragu akan cinta dari seorang lelaki. Baginya cinta yang paling sempurna dari seorang lelaki hanyalah dua, yaitu Rasulullah dan Ayah nya. Namun jika Ayana terus menuruti egonya yang teramat dalam untuk tidak membuka hatinya kembali, maka Ayana termasuk perempuan yang tergolong tidak mengikuti sunnah-nya.
Seiring dengan berjalannnya waktu Ayana bisa menepis sedikit demi sedikit memory yang dulu hingga Ayana bertemu dengan laki-laki yang memang pantas Ayana percayakan untuk menjadi Imam di dunia dan di akhiratnya kelak.
"Ada cinta yang tak tumbuh dari sentuhan, tapi dari doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada perjuangan yang tak diceritakan dengan lantang, tapi dibuktikan dalam sujud yang basah oleh air mata."
Azka Maulana, seorang pemuda Jawa yang sederhana namun penuh cita-cita, melangkah ke Kota Nabi dengan secarik doa dari ibu dan janji yang terpatri pada makam ayahnya: menuntut ilmu setinggi langit untuk mengabdi pada umat.
Di Madinah-kota yang ditaburi cahaya dan barakah Rasulullah-Azka bukan hanya menemukan ilmu, tapi juga ujian demi ujian. Fitnah yang mengguncang nama baik, cinta yang terbungkus adab, dan dilema antara pulang atau bertahan. Namun di balik semua itu, Allah menyiapkan kejutan terindah: seorang Maryam Zahra, hafizah Qur'an yang menjaga dirinya seperti kelopak mawar dalam taman keimanan.
Bersama Yahya si sahabat bijak dari Maroko, dan Alim yang pendiam namun mendalam, Azka menapaki jalan ilmu dan iman. Hingga langit senja di Madinah menjadi saksi, ketika cinta dan cita bersatu dalam akad yang penuh adab, lalu kembali ke tanah kelahiran membawa cahaya.
Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa. Tentang bagaimana seorang hamba belajar mencintai Allah, sebelum mencintai sesama.
---
"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga."
(HR. Muslim)
Dan surga itu, bagi Azka dan Maryam, bukan hanya di akhirat. Tapi juga di tempat mereka mengajar, di desa kecil, di bawah langit Indonesia... tempat di mana cahaya Madinah tetap menyala dalam hati.
---