We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Melupakan

Melupakan

  • WpView
    Reads 438
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sun, Jun 23, 2019
WpInfo
Fanfic
Penulis cantik yang mempunyai mimpi menjadi seorang Interior design ternama. Bukan hanya sukses di bidang yang ia harapkan, Melainkan mempunyai banyak bekal untuk menuju syurga-nya Allah. Dengan cara menyempurnakan sunnah Baginda Nabi salah satunya dengan mempunyai pendamping dalam hidup. Begitupun dengan Ayana yang selalu ingin melepaskan luka di hatinya, kehadiran seorang laki-laki yang pernah singgah di hati kecilnya. Laki-laki yang dia anggap sebagai Imam nya ternyata telah di jodohkan dengan wanita pilihan orang tuanya. Hal ini lah yang membuat Ayana ragu akan cinta dari seorang lelaki. Baginya cinta yang paling sempurna dari seorang lelaki hanyalah dua, yaitu Rasulullah dan Ayah nya. Namun jika Ayana terus menuruti egonya yang teramat dalam untuk tidak membuka hatinya kembali, maka Ayana termasuk perempuan yang tergolong tidak mengikuti sunnah-nya. Seiring dengan berjalannnya waktu Ayana bisa menepis sedikit demi sedikit memory yang dulu hingga Ayana bertemu dengan laki-laki yang memang pantas Ayana percayakan untuk menjadi Imam di dunia dan di akhiratnya kelak.
All Rights Reserved
#950
rasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Present and Stay
  • KALBU
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • Cinta Fisabilillah
  • Satuan Takdir
  • Ketetapan Cinta Dari-Nya [END]
  • Husband On A Mission
  • Skenario Allah yang Terindah (END)

Penantian yang selalu diharap kan dari nya sosok pria yang menurut ku sempurna. tapi pada kenyataan nya aku bukan lah yang menjadi pilihan nya. dia memilih wanita yang sempurna yang sam dengan nya. ya memang aku bukan wanita yang sempurna dan jauh dari kata baik, aku menyadari itu. Kehilangan yang kita cintai itu memang menyakitkan, Mungkin sebenarnya kita tidak pernah kehilangan.Mungkin hanya ditukar dengan sesuatu yang jauh lebih indah.Percayalah!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines