Monokrom [Tamat]

Monokrom [Tamat]

  • WpView
    Reads 610
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 22, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah cinta penuh warna yang tertuang dalam satu bayang hitam disecarik kertas putih. "Sepertinya aku jatuh cinta" Azalea "Dan aku tidak berani mengungkapkannya" Primaguna [Judul sebelumnya "Azelostory"] Hy...hy... Ini cerita pertama saya di wattpad. Mohon dukungannya. Mohon maaf kalau banyak typo yang singgah. Jangan lupa vote, read and coment nya. Salam ukhuwah until jannah 🤗🤗🤗 #hempas jauh² plagiator#
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • Semu [Completed]
  • Kertas Buram Penuh Warna
  • He's My Husband [ REPUBLISH ]
  • My Ice Prince [END] ✓️
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Promise Me ( END )
  • Story of My Life With You
  • Rannia√
  • Cool Sadistic ( END )

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines