Asrama Di Lian

Asrama Di Lian

  • WpView
    Reads 66,793
  • WpVote
    Votes 1,138
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 24, 2013
Cerita ini mengenai kehidupan Cita, yang menjadi yatim piatu di umur 13 tahun ketika ia menyaksikan ayahnya dibunuh di depan matanya. Ia diangkat dan disembunyikan oleh kepala sekolah sebuah asrama di kota Lian. Asrama ini adalah sekolah khusus laki-laki dari SMP sehingga SMA. Cita yang harus membagi ruangan dormitory dengan 3 anak laki-laki yang hormonnya sedang tinggi-tingginya akhirnya menemukan persahabatan yang selama ini belum pernah ia temukan. Bagaimanakah ia survive di asrama itu? Bisakah ia dan sahabat-sahabatnya menemukan pembunuh ayahnya dan untuk alasan apakah ayahnya terbunuh? Hidup mungkin berat, tetapi sungguh, pertemanan membuat segalanya jadi jauh lebih ringan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • LOST IN CLASS [ TAHAP REVISI]
  • •Pantai Terlarang Rahasia Umum•
  • [END] High School of Mystery: Cinereous Case
  • The Secret [COMPLETED]
  • DEXTER
  • Saranjana [END]
  • Guess Who's The Psycho [S1] - SUDAH TERBIT

📖 𝗦𝗶𝗻𝗼𝗽𝘀𝗶𝘀 Satu kecelakaan... Lima sahabat... Dan sebuah rahasia yang seharusnya terkubur selamanya. Citra meninggal tragis dalam kecelakaan saat perjalanan sekolah. Semua orang bilang itu murni musibah. Tapi empat sahabat yang ditinggalkannya - Naya, Raka, Maya, dan Dion - tahu kenyataan tidak sesederhana itu. Empat puluh hari setelah kepergian Citra, akun media sosialnya tiba-tiba aktif kembali. Pesan-pesan misterius mulai masuk ke HP mereka, membongkar rahasia lama yang selama ini mereka pendam. Foto-foto yang tak pernah mereka ambil muncul. Suara-suara dari masa lalu terdengar kembali. Dan yang paling mengerikan: catatan harian Citra ditemukan di dalam loker sekolah - meski sudah dikuburkan bersama jasadnya. Satu per satu, mereka mulai kehilangan kendali. Rasa bersalah berubah menjadi teror. Persahabatan diuji. Kepercayaan terkikis. Dan ketika satu dari mereka menghilang tanpa jejak, sisanya harus memilih: menghadapi masa lalu... atau dikubur bersamanya. "𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘵𝘪? 𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines