Rue
  • WpView
    Reads 1,453
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 3, 2021
Ketika aku terbangun, yang kudapati tubuhku tidak lagi diam di tempat yang sama. Aku tidak yakin aku berjalan sejauh ratusan mill dengan mata tertutup. Sleep walking? Tidak mungkin. Aku sedang menjelajahi waktu. Mesin waktu yang ku tumpanggi menepi di tempat yang tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Ribuan tahun sebelum aku lahir, katanya yang aku dengar dari mulutnya. Benar, jiwaku ditarik ke masa lalu. Semuanya berawal dari buku yang aku baca di perpustakaan. Bagai sihir, aku berpindah seperti menjentikkan sebuah jari. Ting... Aku adalah rubah, aku licik, aku juga cerdik. Ia bilang aku adalah orang yang paling berpengaruh di tempat ini. Haruskah aku percaya?
All Rights Reserved
#173
kekuasaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa di Dunia yang Terlupakan
  • The Tales: School of Magic
  • Extra Character of Novel
  • Eternal Kindness (Princess Giania And The Witch From The Past) [COMPLETED]
  • I Want To Die In Peace
  • aku?? putra seorang duke? {end s1}
  • Pure Witch [END]
  • Ventiones Academy [REVISI]

Di ujung lorong dunia yang tak terjamah peta, berdirilah sebuah restoran kecil-hangat, remang, dan ajaib. Tak ada papan nama, tak ada antrean manusia. Namun malam demi malam, kursi-kursi kayu diisi oleh tamu-tamu dari kisah yang terlupakan: Banshee yang menangis dalam diam, Putri Duyung yang kehilangan nada, Gumiho yang menyembunyikan luka, hingga dewa bersayap yang tak sanggup berbicara. Di balik meja dapur, seorang pria memasak bukan untuk perut, melainkan untuk jiwa. Ia tak banyak bicara, namun masakannya menampung kisah dan luka mereka. Di sisinya, seorang wanita bernama Lyra menjadi jembatan antara dunia manusia dan dunia magis-seorang penjaga rasa dan kenangan. Namun restoran ini menyimpan rahasia. Pembayaran tak datang dalam bentuk uang, melainkan item magis penuh arti-dan semakin banyak yang datang, semakin besar bayangan yang menanti. Dulu mereka memasak hanya untuk bertahan hidup. Kini, mereka menyajikan rasa untuk makhluk yang bahkan dunia pun enggan mengingat. Namun... Sampai kapan tempat ini akan bertahan? Dan ketika rasa tak lagi cukup, siapa yang akan memberi arti pada dunia yang perlahan melupakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines