Matahariku, Adrian

Matahariku, Adrian

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 11, 2018
Pagi itu, hujan membasahi daerah rumahku. Aku yang sedang sakit demam hanya bisa merebahkan tubuhku yang lemas dan cukup panas. Dengan menatap jendela dan teh panas yang terseduh diatas meja tidurku, aku merasa kesepian walau dirumah ada ibuku yang siap menolongku. Detik demi detik aku menunggu hujan berhenti, agar aku bisa melihat dia, sang matahariku, Adrian.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Three Brothers [Terbit]
  • Mengapa memintaku untuk bertahan
  • I Hate Rain
  • Renald (Open PO)
  • MY SEQUOIA [COMPLETED] ✔
  • Catatan Tentang Hujan
  • Rainbow In The Rain
  • Rain Drop (Hujanpun Tahu Bahwa Aku Merindukanmu)
  • Tentang Hujan
  • The Wind Blows

(Chapter masih ada) kebayang gak punya ketiga Abang yang super overprotektif banget? mau ngapain aja susah, kemana - mana harus bareng salah satu dari mereka. Makan harus yang sesuai. Pokoknya apa - apa harus mereka yang ngatur. kalau lo jadi gue, kira - kira lo mau ngapain? Beginilah nasib gue yang jadi anak bungsu cewek satu satunya dari tiga bersaudara yang cowok semua. "Ezi kemana aja kamu? Sama siapa? Dari mana? Ngapain aja? Kenapa kamu gak jawab? Muka kamu acak-acakan​ banget kenapa? Seragam juga, abis a--" ucapan Deon terpotong karna Denzy. "Abang bisa tenang dikit gak sih? Kalau mau nanya tuh satu satu. Pusing tau gak?!" Potong Denzy cepat. [Follow sebelum baca] so, the next read to story 😋 📣PERHATIAN! BAHASA TIDAK BAKU

More details
WpActionLinkContent Guidelines